Mereka Ingat Setiap Langkahmu
Kamis, Oktober 20, 2011 |
Rob Thomas - Someday
Rabu, Oktober 12, 2011 |
Mengabaikan Value ON TIME, tetapi…
![]() |
| Melangkah bersama tim menuju kesuksesan |
Selasa, Oktober 11, 2011 |
Kemarahan dan Manajemen Waktu
![]() |
| Ilustrasi Kemarahan Seseorang |
Kamis, Oktober 06, 2011 |
Memulai Hari Ala Jack Canfield
![]() |
| Memulai hari dengan sebuah kepastian |
Sabtu, Oktober 01, 2011 |
Optimis Untuk Menjemput Kemenangan
Beberapa video yang saya sematkan ke dalam artikel ini memiliki makna. Sebelum membahas lebih jauh, silahkan Anda melihat beberapa video yang saya dapat dari youtube.
Kamis, September 29, 2011 |
Beasiswa dan Keluarga Baruku
| Mimpiku untuk mendapat beasiswa perlahan jadi nyata |
Selasa, September 27, 2011 |
Tata Ruang Parama Shanti
![]() |
| Ilustrasi Perdamaian |
Senin, September 26, 2011 |
Kisah Dua Murid Perguruan Beladiri
![]() |
| Ilustrasi Gerakan Bela Diri |
Jumat, September 16, 2011 |
Air Sungai yang Kotor
![]() |
| Air sungai adalah inspirasi |
Kamis, September 15, 2011 |
Jalan Menuju Kesuksesan
![]() |
| Di setiap jalan menuju kesuksesan selalu ada pengorbanan |
Selasa, September 13, 2011 |
Hadiah yang Paling Indah
![]() |
| Cinta akan bertahan karena hadiah yang paling indah. |
Sabtu, September 10, 2011 |
Jangan Pernah Merasa Kurang
![]() |
| Tae-Ho, sosok anak kecil yang inspiratif |
Jumat, September 09, 2011 |
Ombak Besar, Ombak Kecil
![]() |
| Ombak besar dan ombak kecil adalah sama |
Kamis, September 08, 2011 |
Kita Bisa Menjadi Sukses
Pikirkanlah apa yang tidak bisa Anda lakukan.
Bermimpilah setinggi mungkin.
Dan kemudian,
Berangkatlah dari mimpi tersebut
Untuk menjemput kesuksesan.
Sukses untuk kita semua.
Kamis, September 01, 2011 |
Kisah Pencari Kayu Bakar
Alkisah, di sebuah desa di pinggiran hutan, ada tiga anak muda yang pekerjaan sehari-harinya mencari kayu bakar di hutan. Potongan kayu-kayu kecil yang ada di hutan itu dikumpulkan untuk dijual ke desa lain.Hasilnya, digunakan untuk membeli kebutuhan hidup mereka dan keluarganya.
Suatu hari, ketika sedang mencari kayu bakar, ketiganya menemukan sebuah kotaknya yang aneh. Ketika dibuka, mereka sangat terkejut! Rupanya di dalam kotak itu terdapat begitu banyak perhiasan yang terbuat dari emas. Lalu mereka bertiga berembuk dan keputusannya adalah perhiasan yang mereka temukan itu akan dibagi tiga sama rata.
Namun sebelum perhiasan itu dibagi, ketiga pemuda itu sepakat untuk makan siang terlebih dahulu. Lalu pemuda yang usianya paling muda diminta mengambil sebatang emas dan pergi ke desa terdekat untuk membeli makanan yang paling enak.
Ketika dia pergi meninggalkan teman-temannya, kedua temannya menyusun rencana untuk membunuhnya agar perhiasan itu bisa dibagi untuk berdua saja; dengan begitu masing-masing akan mendapatkan bagian lebih banyak.
Sewaktu pemuda yang berangkat pergi untuk membeli makanan, tiba-tiba dia juga terpikir suatu pikiran negatif! Dia berpikir, "Jika makanan yang saya beli ini diberi racun, kedua temanku pasti akan meninggal setelah memakannya. Dengan demikian perhiasan itu akan menjadi milikku sepenuhnya!" Maka, setelah membeli makanan, dia lalu mampir ke sebuah kedai yang menjual racun serangga dan diam-diam menaburkannya pada makanan yang baru dibelinya itu. Kemudian, dia bergegas kembali ke hutan.
Ketika sampai di tempat perhiasan itu ditemukan, tanpa disangkanya, kedua temannya ini langsung melampiaskan niatnya untuk membunuh, dan pemuda malang itu pun meninggal. Jenazahnya kemudian disingkirkan, dibuang di sebuah semak-semak yang lain. Puas karena niatnya terlaksana, serta merasa sangat lapar, kedua pemuda itu sepakat untuk menikmati makanan yang tadi dibeli oleh temannya. Dengan rakus, mereka malahapnya sampai habis dan akhirnya meninggal karena keracunan.
Singkat kata, ketiga pemuda ini tewas karena pikiran negatif yang mereka pikirkan.
Pembaca yang budiman, jika kita berpikiran negatif pada seseorang, tentu ada orang lain yang juga akan berpikiran negatif pada diri kita. Inilah hukum timbal-balik; memang tidak kelihatan, tetapi bisa terjadi kapan saja).
Pikiran negatif yang dikembangkan tidaklah membawa kebaikan pada diri kita; sebaliknya justru akan membawa kehancuran bagi diri sendiri. Olah karena itu, berpikirlah positif terhadap orang lain, agar ada orang lain yang berpikiran positif terhadap diri kita. Jangan mudah untuk menuduh, menghakimi, dan menilai seseorang sebelum kita mengetahui lebih dekat. Lebih baik kembangkan pikiran netral, yaitu lihatlah dahulu, dengarkan, dan kemudian baru memberikan respons. Ini lebih tepat.
Salam Bahagia dan Sejahtera!
Pelatih dan Konsultan Citra Diri Sukses
Penulis buku "Untuk Apa Hidup Susah"
HP: 0813 - 64808061or0857 - 653 - 64838
Email: Soe_hartono@hotmail.com
Blog: www.soegiantohartono.blogspot.com
Sumber : andriewongso.com
Senin, Agustus 01, 2011 |
Video - Beautiful Day
Beberapa hari ini sungguh menyibukkan. Banyak sekali tugas yang harus saya selesaikan untuk mengakhiri kuliah semester ini. Tapi ada sesuatu yang membuat saya tersenyum dan seakan bangkit lagi untuk mengerjakan tugas yang lain. Apa itu? Video ini jawabnya. Silahkan menikmatinya dan tersenyumlah :)
Jumat, Juli 01, 2011 |
Public Speaking Itu Penting
Bagi Anda yang masih berstatus sebagai pelajar pasti sering mendapatkan tugas presentasi di depan kelas. Ketika itu, Anda mungkin meremehkan gaya presentasi Anda di depan kelas. Tapi tahukah Anda, ternyata keahlian public speaking sangatlah penting untuk menunjang karir. Berikut ini alasannya.
- 18.000 Kata Sehari Terucap
- Sadarkah Anda bahwa Anda Mengucapkan 18.000 kata setiap hari dalam keadaan normal. 85% dari kata yang Anda keluarkan merupakan kata-kata yang akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan Hidup Anda.
- Berbicara Kunci Kesuksesan
- Sadarkah Anda bahwa Apa yang Anda Ucapkan akan membentuk kepribadian Anda. Bagaimana Anda berbicara, akan menentukan kesempatan Anda untuk meraih simpati, mendapatkan teman, relasi, peluang bisnis, hingga menemukan Pasangan Hidup. Berbicara merupakan bentuk komunikasi yang paling esensial. Berbicara merupakan Kunci Sukses Kehidupan!
- Tuntutan Jabatan/Kedudukan
- Semakin tinggi jabatan atau kedudukan Anda semakin banyak Anda dituntut untuk Berbicara di Depan Umum. Semakin Banyak pula orang menilai Anda dari apa yang Anda Sampaikan dan Bagaimana Anda menyampaikannya.
- Anda Melakukannya Setiap Hari
- Setiap hari Anda pasti melakukan pembicaraan di depan umum. Baik di depan teman, rekan kerja maupun saudara. Dalam situasi rapat, presentasi, pidato, sambutan, mengutarakan pendapat bahkan diskusi dengan keluarga. Public Speaking Ada di setiap Lini Kehidupan Manusia.
- Membuat Anda Terkenal
- Public Speaking merupakan Cara Paling Mudah, Aman, Hemat dan Efektif untuk semakin di kenal oleh Atasan Anda maupun Lingkungan Anda. Berbicaralah dengan elegan pada setiap kesempatan, maka Anda akan cepat terkenal.
- Kekuatan Tiga V
- Public Speaking akan melatih Anda menggunakan Kekuatan Verbal, Vokal dan Visual yang merupakan tiga elemen penting berbicara. Keselarasan ketiganya dalam Public Speaking akan membuat kesuksesan ada di tangan Anda.
- Nilai Tambah Diri
- Saat ini CEO perusahaan-perusahaan besar diharuskan menguasai kemampuan public speaking. Mereka bukan dituntut sekedar memberikan pemikiran yang baik bagi perusahaannya, namun lebih dari itu, mereka diharapkan juga mampu “menjual” perusahaannya kepada publik.
Sumber : tantowi-yahya.com
Sabtu, Juni 04, 2011 |
Cerita Sang Pemotong Rambut

Wah, tak terasa sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Ada sedikit motivasi yang saya dapatkan ketika sedang potong rambut di sebuah barber shop di Kota Malang.
Namanya adalah Ryan. Memang sih, saya tidak kenalan dengannya. Tapi dia sempat menyodorkan brosur produk yang ia jual sembari memperlihatkan namanya + nomor HP yang distempel. Oke lah, kita buka cerita.
Sebenarnya, hidupnya serba pas-pasan sewaktu kecil. Ryan adalah seorang lulusan SD. Mungkin Anda heran, kenapa orang SD masih bisa bekerja di jaman sekarang ini? Jawabannya adalah mau bekerja keras. Karakter pekerja kerasnya itu memang terbentuk sejak kecil. Kondisi serba pas-pasan membuatnya banting tulang membantu keuangan keluarga. Ia juga berjualan es lilin dan pisang goreng keliling kampung di dekat rumahnya.
Sewaktu remaja, ia ikut bekerja di usaha kakaknya. Usaha di bidang meubel di daerah Bali. Karena giatnya dalam bekerja, ia dipercaya menjadi kasir dan bahkan dibiayai oleh kakaknya untuk kursus Bahasa Inggris dan Komputer. Sungguh hebat. Meskipun lulusan SD, ia berani untuk unjuk diri dan melanjutkan menuntut ilmu yang menurut saya memang diperlukan saat ini.
Ketika menjadi kasir itu lah, ia bertemu dengan klien kakaknya yang kebetulan turis asing berasal dari Kanada. Ia datang ke Bali untuk berkunjung bersama keluarganya. Ryan mendengarkan keluhan bule tersebut tentang kualitas tukang potong rambut di Bali yang masih rendah. Ryan yang pernah sesekali dimintai tolong untuk memotong rambut temannya memberanikan diri untuk menawarkan jasa potong rambut pada bule tersebut dan keluarganya.
Tebak, apa pengalaman terhebatnya dalam memotong rambut? Yang dia ceritakan, ia memotong rambut bule tersebut sekeluarga di Hotel. Ya, mana ada seorang tukang potong rambut amatir yang sampai dipanggil untuk memotong rambut di Hotel? Itulah awal dari kesuksesannya kini.
Singkat cerita, bule tersebut puas dengan hasil potongan rambut Ryan. Bule itu pun bertanya kenapa Ryan tidak mengembangkan bakatnya di bidang tata rias. Ryan yang seorang pemuda dengan gaji pas-pasan pun jujur bahwa ia tidak punya uang. Ternyata bule itu baik hati dan mau membiayai Ryan untuk sekolah tata rias di Jakarta.
Ryan pun mau. Ia akhirnya bersekolah tata rias di Jakarta dengan biaya dari bule tersebut. Ia juga bercerita tentang prestasinya selama bersekolah di Jakarta tersebut. Menurut saya, prestasinya sungguh mengagumkan.
Kini, ia adalah seorang tukang potong rambut yang hasilnya memang memuaskan. Saya pun ketika berkunjung ke barber shop tersebut selalu ingin dipotong rambut olehnya.
O iya, Dia berencana untuk membuka sebuah barber shop di Kota Malang. Bagaimana bisa seorang lulusan SD membuka lapangan pekerjaan? Sungguh niat yang mulia kan?
Ternyata kesuksesan itu bukan diukur dari jenjang pendidikan yang bisa ia tempuh. Kesuksesan yang sebenarnya mutlak didapatkan dari setiap keringat yang dicucurkan dalam berusaha. Terlihat sekali usahanya dalam memotong rambut saya. 30 menit ia habiskan untuk memotong rambut sambil bercerita tentang kisah hidupnya.
Sungguh inspiratif dan semoga pembaca bisa meneladani kekerasan hatinya untuk mengubah nasib.
Sukses untuk kita semua.
Anom Harya
Rabu, Mei 04, 2011 |
Menerima Pendapat Orang Lain

Pernahkah Anda beradu argumen dengan seseorang yang terus mempertahankan pendapatnya meskipun pendapat tersebut sudah tidak relevan? Jika iya, ada baiknya teman Anda membaca cerita berikut ini.
Ada seorang pedagang kaya yang tinggal di suatu desa. Meski kaya, kebahagiaannya sedikit terambil akibat istrinya yang baru saja meninggal. Tinggal anak semata-wayangnya yang menjadi tumpuan kebahagiaan saat ini.
Suatu hari, pedagang itu pergi ke kota untuk menghadiri sebuah acara. Tanpa diduga sebelumnya, para bandit menyerang desa pedagang kaya tersebut. Semua rumah dibakar, harta benda dijarah, dan tentunya pemudanya dijadikan budak tanpa terkecuali anak pedagang kaya tersebut.
Ketika pedagang kaya pulang, alangkah kagetnya Ia mengetahui desa dan terutama anaknya tak ada kabar.
Mendekati puing-puing rumahnya yang sudah hangus, ia mendapati abu di sebelah mainan anaknya. Ia menangis, tak rela anaknya meninggal dengan cara demikian.
Tahun demi tahun berlalu, sang pedagang kaya memulai kehidupannya dengan normal kembali meski hanya sendirian. Anak pedagang kaya yang ditawan oleh bandit berhasil kabur dan pulang ke rumahnya. Ketika sampai di rumah, sang anak mengetuk pintu dan berkata, "Ayah, ini aku. Aku sudah pulang. Buka pintunya Ayah!"
Sang Pedagang kaya tidak percaya,"Siapa sih yang membangunkanku di pagi buta seperti ini?" .
Sekali lagi sang Anak memanggil ayahnya sambil mengetuk pintu, "Ayah, ini aku. Aku sudah pulang. Buka pintunya Ayah!"
Pedagang kaya pun jengkel dan menghardik pemuda tersebut tanpa terbangun dari tempat tidurnya, "Hei anak usil. Kamu tidak kapok ya berbuat iseng. Anak saya sudah mati. Pergi sana!"
Sang Pedagang kaya memang sering dikerjai oleh anak kecil yang ada di sekitarnya. Namun, meskipun demikian Ia telah membuang kesempatan untuk bertemu anaknya yang ternyata masih hidup.
Nah sahabat, dari cerita ini bisa kita simpulkan bahwa mempertahankan pendapat belum tentu tindakan yang tepat. Semua hal selalu berkembang dan menuntut adanya perubahan. Jika Anda tetap mempertahankan pendapat pribadi tanpa mengedepankan sebuah fakta, niscaya hal tersebut akan merugikan Anda sendiri dan bahkan orang lain.
Maka dari itu, mulai sekarang bukalah hati untuk mau menerima pendapat orang lain. Pendapat orang lain yang telah dikemukakan jangan langsung Anda telan begitu saja. Melainkan olah-lah terlebih dahulu makna yang tersirat di dalamnya. Jika memang bisa dipadukan dengan pendapat awal Anda dan bisa menjadi lebih baik, kenapa tidak dipadukan saja. Hal itulah yang bisa membuat diri Anda semakin maju dalam berpikir.
Semoga sukses dalam menerima pendapat orang lain. Mari memajukan diri agar tercipta perubahan dalam kehidupan ini.
Selasa, April 26, 2011 |











