Gowes Pulang Kampung (Malang - Probolinggo)

Label: , ,

Semuanya harus disiapkan dengan baik sebelum keberangkatan ke kampung halaman (Probolinggo)

Pada hari Selasa, 19 Juli 2011 Saya pulang kampung menuju Probolinggo dengan sepeda kesayangan. Jarak yang harus ditempuh adalah 70 km. Berikut ceritanya.


Beginilah kontur jalanan di Pasuruan. O iya, untuk menuju Probolinggo, dari Malang harus melewati Pasuruan terlebih dahulu. Jalannya berupa aspal halus yang menurun.

Dalam perjalanan menuju Probolinggo, saya melewati pabrik POCARI SWEAT. Foto dulu aahh :D

Mendekati Probolinggo, hari semakin gelap. Keamanan berkendara di malam hari tetap diperhatikan dong. Berhenti dulu lah sambil menunggu berhentinya adzan Maghrib.



Itu tadi cerita saya sewaktu menuju Probolinggo. Berikut ini adalah cerita ketika pulang dari Probolinggo menuju Malang.

Perjalanan menuju Malang saya tempuh melewati jalanan kecil yang bukan merupakan jalan utama. Pemandangannya sungguh hijau sekali.

Masih ada sapi yang menarik cikar. Sungguh pemandangan yang jarang sekali saya dapatkan semenjak kuliah dan berdomisili di Malang.

Kebetulan sewaktu melewati rombongan tersebut, mereka hormat. Jadi teringat masa ketika SD dulu, mengikuti lomba gerak jalan seperti ini. Hehe..

Di jalan saya juga bertemu rombongan B2W. Jangan melihat sepedanya, lihatlah semangat menggunakan sepeda untuk menghidupi diri dan keluarganya.

Tak terasa, jalanan sudah mendekati daerah Banyubiru. Jalanan sudah mulai rusak. Padahal ini jalan yang terhitung jarang dilewati kendaraan lho.

Terbuka sudah kartu mengapa jalanan ini rusak. Ternyata banyak truk yang mondar-mandir melalui jalur ini, sebagai jalur alternatif.



Sekian tulisan dan dokumen saya tentang perjalanan dari Malang - Probolinggo (PP). Semoga menginspirasi pembaca sekalian untuk lebih semangat dalam mengayuh sepeda. Salam gowes.

Baca Selengkapnya >>>




Kram, Mengatasi dan Mencegahnya

Label: , , ,

Kakiku KramBetisku kram sewaktu gowes menuju Batu. Padahal hanya berjarak 5km dari garis start. Malangnya nasibku.

Kram adalah 'musibah' yang sering terjadi ketika berolahraga. Kenapa saya menyebutnya musibah? Itu karena kram sangat mengganggu ketika yang diserangnya sedang asyik berkegiatan. Sebagai contoh, kemarin waktu saya bersepeda tiba-tiba saja kram. Padahal tidak ada aktivitas yang berlebihan selama gowes. Untuk itulah saya menulis artikel ini agar pembaca sekalian mengerti tentang bagaimana kram dan cara mengatasinya.


KRAM TELAPAK KAKI

Pemicu: Berdiri terlalu lama, kelelahan

Atasi :
Cari tempat duduk atau tempat bersandar. Lepas alas kaki, angkat telapak kaki ke pangkuan. Jangan membungkuk (bisa menekan perut). Perhatikan arah tekanan otot ketika kram. Bila kram mengakibatkan telapak kaki menguncup, gunakan tangan secara perlahan untuk menekan jemari kaki ke arah atas hingga membuka kembali. Bila kram sudah reda, pijat telapak kaki agar aliran darah lancar kembali. Kram mengakibatkan otot memendek. Penekanan ke arah berlawanan membantu untuk memanjangkan otot kembali. Lakukan secara perlahan, Karena gerakan paksa atau tiba2 beresiko merobek serabut otot.


KRAM BETIS
Pemicu:Mengenakan sepatu bertumit, terlalu banyak berjalan

Atasi:
Segera duduk dan sandarkan tubuh ke dinding. Serangan kram biasanya mengakibatkan lutut cenderung menekuk. Karenanya, secara perlahan , luruskan kembali lutut dengan bantuan tangan. Jika lutut sudah lurus kembali, pijatlah bagian betis untuk melancarkan aliran darah. Kemudian lakukan gerakan peregangan pada kaki, termasuk telapak kaki. bila kram sudah reda, usahakan untuk beristirahat dulu selama beberapa menit sebelum beraktivitas kembali. Hindari penggunaan sepatu bertumit tinggi, karena dapat mengakibatkan otot betis memendek ketika sedang berjalan. Dalam hitungan jam, kondisi itu dapat menimbulkan serangan nyeri dan kram.


KRAM PAHA
Pemicu: Posisi duduk yang salah.

Atasi:
Cari tempat dan kursi untuk menyandarkan kaki ke depan. Lebih baik bila dalam posisi berbaring miring. Untuk serangan kram di otot paha belakang, lururskan lutut dan angkat kaki ke depan secara perlahan. Untuk serangan kram di otot paha depan, tekuk lutut perlahan dengan menarik tungkai bawah hingga tegangan di paha menghilang. Pijat daerah yang sakit bila kram reda. Pijatan setelah kram dapat melancarkan peredaran darah. Sambil memijat, oleskan balsam/ salep pereda nyeri otot untuk memecah timbunan asam laktat penyebab rasa sakit dengan mengalirkannya melalui pembuluh darah.


KRAM PERUT
Pemicu: Salah posisi saat berbaring, kelelahan

Atasi:
Kram perut adalah akibat setelah melakukan aktivitas fisik tertentu. Atasi kram dengan berbaring di atas permukaan yang empuk. Letakkan bantal atau lipatan kain di bagian pinggang agar dapat meregangkan daerah perut secara perlahan. Perbanyak Istirahat.


KRAM RAHANG
Pemicu: Menguap terlalu lebar, menahan rasa ingin menguap.

Atasi:
Pastikan yang dirasakan adalah kram, bukannya dislokasi atau pergeseran tulang rahang. Kram terjadi akibat dislokasi otot, sedangkan dislokasi tulang rahang timbul sebagai akibat dari otot rahang yang lemah. Jika kram, lakukan terapi serupa dengan cara mengatasi kram pada anggota tubuh lainnya. Yaitu dengan melakukan gerakan berlawanan dengan arah serangan kram. Bila kram mengakibatkan rahang tidak bisa terbuka, perlahan lakukan gerakan membuka rahang. Setelah serangan kram reda, pijat daerah rahang untuk melancarkan aliran darah. Sambil bekerja lakukanlah gerakan senam muka untuk melenturkan otot-otot wajah. Caranya lakukan gerakan membentuk huruf A, I, U, E, O dengan bibir. Lalu dengan bantuan cermin, gerakkan otot wajah membentuk berbagai macam ekspresi.


PENYEBAB KRAM
Terhambatnya alirah darah Kekurangan kalsium, kalium, dan magnesium. Terlalu banyak berkeringat sehingga mengakibatkan tubuh kekurangan elektrolit, serta kondisi defisiensi (kekurangan) zat besi. AGAR TIDAK KRAM
Hindari gerakan pemicu. Jangan berdiri/ duduk terlalu lama. Stretching secara teratur. Banyak minum. Konsultasikan kepada dokter apakah anda perlu mengkonsumsi suplemen zat besi, kalsium, dan magnesium (karena ketiganya dapat mencegah kram).


Sumber : Indonesian Goweser Community (FB)

Baca Selengkapnya >>>




Kelirumologi Tentang Bike to Work (B2W)

Label: , , , ,

Logo B2W MalangLogo B2W Malang

Saya baru saja menerima note dari FB teman yang isinya pembenaran mengenai persepsi Komunitas Bike to Work di Indonesia. Bagi yang kurang mengerti bagaimana sebetulnya prinsip B2W, bisa membacanya sampai habis.

Beberapa tahun mencermati dan mencoba ikut didalam pengembangan b2w-indonesia, saya menemukan hal-hal keliru diseputar b2w-indonesia (ini menurut pendapat saya) :

“Ada anggapan bahwa b2w-indonesia adalah klub sepeda, sehingga kalau sudah punya klub sepeda gak perlu lagi ikut-ikut b2w”, hal yang wajar jika ada anggapan ini tapi tetap saja ini keliru, b2w-indonesia adalah sebuah komunitas yang berbentuk organisasi resmi yang mewadahi gerakan moral untuk menjadikan sepeda sebagai alat transportasi alternative, secara organisasi b2w-indonesia tidak membawahi klub/organisasi lainnya, karena berupa “gerakan moral” maka struktur organisasi b2w-indonesia hanya mengenal b2w-indonesia (pengurus pusat) kemudian b2w-wilayah kemudian rombongan, supaya ada keleluasaan bagi setiap individu yang memiliki kesamaan pandangan terhadap visi misi b2w-indonesia (http://b2w-indonesia.or.id/tentang_kami) dapat bersama-sama mengembangkan gerakan moral ini dengan apapun jenis sepeda yang dimiliki, apapun klub/organisasi sepeda yang dimiliki atau tidak memiliki klub sepeda sekalipun,..dan bahkan b2w-indonesia mendorong tumbuh suburnya klub sepeda, sehingga kesimpulannya bahwa b2w-indonesia adalah sebuah organisasi gerakan moral yang “cair” dan kenapa sebaiknya satu wadah yang bernama b2w-indonesia didalam menjalankan gerakan moral tersebut ? saya kira kita semua tahu jawabannya, jikapun belum,..silahkan buka http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/bersepeda_tunggal_ika#komentar

“Definisi Bike to Work adalah Bersepeda ke kantor”, ini keliru besar, kata “work” disini bukan berarti “kerja” tetapi bermakna lebih luas, yaitu “aktifitas” sehingga apapun aktifitasnya jika menggunakan sepeda sebagai sarana transportasinya, maka itu adalah bike to work (termasuk istri saya jika pergi kepasar hahahahahaaaaa)

“Bike to Work berada dibawah naungan Komite Sepeda Indonesia (KSI)”, sama sekali tidak, b2w-indonesia secara organisasi tidak pernah menyatakan dirinya berada dibawah naungan KSI ataupun organisasi lainnya termasuk partai politik, pun juga tidak membawahi organisasi lainnya, yang dilakukan b2w-indonesia adalah menganggap bahwa organisasi yang memiliki tujuan yang kurang lebih sama atau mau mendukung gerakan moral b2w-indonesia dianggap sebagai “partner/mitra” termasuk disini ISSI,KONI,institusi swasta, NGO, dll

“B2W-Indonesia itu hanya mau kerjasama dengan produsen,provider, vendor-vendor tertentu saja”. Hal ini juga keliru, b2w-indonesia tidak pernah menyatakan hal yang demikian, memang betul b2w-indonesia ada kerjasama dengan vendor-2 tertentu tetapi bukan berarti kerjasama ini mengikat selamanya, peluang sangat terbuka bagi vendor lain yang sejenis namun ada batasan-batasan yang harus disepakati bersama dan tentu saja juga harus melihat klausul kontrak kerjasama dengan vendor sebelumnya

“Untuk menjadi anggota b2w-indonesia harus memberikan iuran bulanan” tidak ada aturan khusus perihal ini, kalaupun ada iuran di b2w-wilayah inipun juga tidak mengikat tergantung kesepakatan anggota masing-masing wilayah, hampir semua wilayah tidak menerapkan aturan ini, lalu darimana dana aktifitas ? kawan-kawan pengurus baik di pusat maupun di wilayah cukup cerdas didalam menyiasatinya, diantaranya gandeng sponsor, penjualan merchandise, dan tentu saja “saweran” ketika ada event (ini jalan terakhir), namun demikian b2w-indonesia akan sangat berterima kasih apabila ada individu maupun institusi yang berkenan memberikan donasi. Naaaahh karena seringkali pihak sponsor selalu menanyakan jumlah anggota di suatu wilayah, maka ada baiknya individu yang merasa menjadi bagian dari b2w-indonesia berkenan mengisi formulir keanggotaan dan dijamin data akan disimpan rapi dan dipertanggungjawabkan oleh pengurus

“Memiliki sepeda mahal merupakan salah satu syarat menjadi anggota” dibanyak wilayah sering ditemukan anggapan demikian,..hhhmmm asal sepeda dan bisa digowes sudah cukup untuk menjadi anggota b2w-indonesia

Hanya sepeda MTB dan folding saja yang diakui di b2w-indonesia, wkwkwkwkwkwkkkkk keliru total, ada jargon baru (ide kreatif b2w-kudus),..”Bersepeda tunggal ika” berbeda-beda sepeda tetapi tetap ngonthel juga, makna dari jargon ini adalah apapun jenis sepedanya mari ber bike to work.

“Penjualan merchandise b2w-indonesia itu sama dengan penjualan yang dilakukan pedagang kaki lima” ini pandangan bodoh dari seseorang yang nggak ngerti b2w-indonesia (atau pura-pura nggak ngerti), sekali lagi bahwa b2w-indonesia adalah organisasi gerakan moral maka salah satu cara untuk menjalankan roda organisasi adalah dengan cara mencari dana melalui penjualan merchandise yang sering kali harus memanfaatkan berbagai event/moment, memang harus buka lapak tetapi bukan berarti ini sama dengan pedagang kaki lima

“Kalau menjadi panitia event b2w-indonesia akan dibayar” hahahahahahahaaaaaaa kalau memang demikian, saya sudah upgrade sepeda berkali-kali,…yang diperlukan oleh b2w-indonesia adalah individu-individu yang memiliki jiwa volunteer, kalaupun ada fee / uang lelah disuatu event itu tidak lebih dari upaya pengurus untuk mengganti biaya pribadi yang sudah dikeluarkan, misal : pulsa telepon, makan, akomodasi dll,.dan nilainyapun seringkali sungguh tidak sebanding bila diadu dengan pengorbanan waktu, biaya dan tenaga para individu tersebut (salam hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk semua sahabat yang selama ini aktif mengembangkan gerakan b2w-indonesia dimanapun),…xixixixixxiiii malah lebih sering nggak dapet kan ?

“b2w-indonesia sekarang sudah komersil, sedikit-sedikit mesthi uang” ahaaaa,..pendapat ini beberapa kali “bersliweran” disekitar saya,.. sebuah hal yang sangat wajar karena pandangan ini muncul dari sebuah “kekeliruan” informasi, keliru ketika menerima informasi yang tidak lengkap (tidak utuh/sepotong), keliru ketika mendapatkan informasi dari “oknum” yang mencoba memanfaatkan b2w-indonesia (sebagai contoh : jika ingin mengajak tim saya (mengaku tim dari b2w) sebagai marshall fun bike maka harus menyediakan dana marshall sebesar 20 juta per event,….glek!!!, padahal seumur-umur b2w-indonesia tidak pernah “jualan” marshall), contoh diatas adalah hal nyata yang dilakukan seorang “oknum” . Sekali lagi bahwa organisasi ini memang memerlukan dana operasional, sehingga diperlukan cara-cara cerdas didalam mengelola manajemen keuangan organisasi termasuk didalamnya adalah sumber-sumber pendapatan dan kebijakan pengeluaran keuangan, namun bukan berarti dalam mencari dana akan melakukan hal seperti yang dilakukan oleh oknum diatas, naaaahhh jika saat ini melakukan berbagai terobosan dalam rangka mencari dana operasional apakah hal tersebut dianggap komersil ? kok rasanya keliru !!

Sumber : Note FB Teman

Baca Selengkapnya >>>




#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011

Label: , , ,

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Rute #GowesJelajah saat berangkat menuju Kebun Teh melewati jalan utama Singosari.

Pada posting kali ini, saya akan membagikan foto sewaktu mengikuti #GowesJelajah Kebun Teh (Malang) yang diadakan pada 25 Juni 2011. Selamat menikmati.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Dari jalan utama, di daerah sekitar Pasar Lawang kami belok kiri. Di situ rombongan mulai disambut dengan jalan menanjak.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Setelah 1,5 km menghadapi tanjakan yang medium, kami beristirahat sejenak.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Setelah beristirahat, ternyata ada tanjakan pendek bertipe hard di depan mata. Bahkan kendaraan bermotor pun dihimbau menggunakan gigi satu ketika melewatinya.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Ini adalah tanjakan yang harus dilewati kendaraan bermotor dengan gigi satu. Tanjakan + tikungan, perpaduan yang mantap.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Setelah menghadapi tanjakan maut tadi, ternyata jalanan masih menanjak panjang bertipe medium.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Tibalah kami di kebun teh. Suasananya hijau sekali.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Kebun teh memang rindang. Lihat saja suasana di sekitar foto ini.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Setelah mengelilingi kebun, kami mampir ke warung yang ada di sekitar kebun teh.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Teh cap sepeda. Teh adalah pilihan santapan utama kami karena tempat ini kan penghasil teh? Hehe.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Peserta minum teh bersama sebagai tanda kemenangan terhadap jalanan menanjak tadi.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Perut sudah terisi, waktunya kami pulang. Tapi bukan lewat jalan tadi pagi.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Trek bertipe Cross Country adalah pilihan jalur pulang kami.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Ini adalah gambar trek yang kami lewati.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Jalur pulang menyusuri hijaunya kebun teh.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Setelah kebun teh, kami mulai memasuki hutan dan melewati jalan setapak.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Wooo..di tempat ini saya jatuh dan mengakibatkan jempol kaki kiri memar + pedal kiri bengkok.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Setelah melewati jalan tanah, kami menghadapi jalan aspal menurun.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Bukan hanya saya yang sial. Om Gessy (kanan)pun sial karena ban belakangnya pecah.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Sementara Om Gessy menambal ban, Om Abhee (baju kuning) melepas jagang yang melekat di sepeda barunya. Selamat datang di dunia MTB yang sebenarnya ya om. Hehe.

#GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011Setelah ban ditambal dan jagang dilepas, kami melanjutkan perjalanan pulang.

O iya, bagi yang ingin menikmati hampir dari semua foto #GowesJelajah Kebun Teh 25 Juni 2011 bisa melihatnya di galeri berikut ini.


Sekian cerita #GowesJelajah yang bisa saya bagikan. Mungkin lebih baik terlibat langsung daripada cuma membaca lewat blog saya. Daripada bengong, lebih baik Gowes men-Jelajah negeri ini. Salam Gowes.

Baca Selengkapnya >>>




#GowesJelajah Puncak Buring 24 Juni 2011

Label: , , ,

#GowesJelajah Puncak Buring 24 Juni 2011Wajah peserta #GowesJelajah Puncak Buring 24 Juni 2011

Dalam posting kali ini, saya Akan mem-posting kegiatan #GowesJelajah Puncak Buring yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2011. Rombongan yang berjumlah 6 orang berangkat dari Universitas Brawijaya pada pukul 17.30. Kemudian menjemput 1 anggota lainnya di Alun-alun Kota Malang. Sehingga dimulailah cerita ini. Silahkan menyimak.

#GowesJelajah Puncak Buring 24 Juni 2011Kaki Om Bobby (baju biru) kram. Mau tidak mau harus dinormalkan kembali.

#GowesJelajah Puncak Buring 24 Juni 2011Sebelum gambar ini diambil, om Gessy (baju hitam) sempat menjatuhkan sepeda om Fuad (baju putih) ke selokan. Kok bisa ya? Hehe.

#GowesJelajah Puncak Buring 24 Juni 2011Masih di tempat yang sama, ternyata kram-nya om Bobby kumat lagi. Tindakan medis diambil oleh om Fuad.

#GowesJelajah Puncak Buring 24 Juni 2011Wah, indahnya Malang jika dilihat dari Puncak Buring pada malam hari. Jangan lupa untuk membawa pasangan masing-masing ya.

#GowesJelajah Puncak Buring 24 Juni 2011Tanpa banyak cerita, inilah yang kami dapat selama gowes menanjaki bukit Buring.

#GowesJelajah Puncak Buring 24 Juni 2011Dan ini foto kami di Puncak Buring versi berdiri. Hoho

Sebenarnya masih banyak cerita yang tidak didokumentasikan. Bukankah lebih baik mendokumentasikannya dengan mata kepala sendiri? Maka dari itu, bergabunglah bersama #GowesJelajah Malang. Salam gowes.

Baca Selengkapnya >>>




#GowesJelajah 22 Juni 2011

Label: , , ,

#GJ 22 Juni 2011Peserta #GowesJelajah 22 Juni 2011 berkumpul setelah menghadapi trek curam non aspal


#GJ 22 Juni 2011Di awal rute, peserta melewati jembatan kecil di tengah Kota Malang. Jembatan ini ada di sekitar jalan Oro-oro Dowo, Kota Malang

#GJ 22 Juni 2011Coba lihat sisi kanan gambar. Di situlah awal peserta harus mengangkat sepeda.

#GJ 22 Juni 2011Kenapa sepeda mereka harus diangkat? Ini alasannya.

#GJ 22 Juni 2011Dalam #GowesJelajah 22 Juni 2011 ada satu peserta wanita. Mau tidak mau harus ada anggota lain yang membantu mengangkat sepedanya.

#GJ 22 Juni 2011Setelah mengangkat sepeda, peserta beristirahat di pematang sawah. Sejenak melihat jalur yang telah dilewati tadi karena tempat istirahat kami lebih tinggi dari jalur tersebut.

#GJ 22 Juni 2011Setelah istirahat, sepeda masih diangkat karena kami berjalan di pematang sawah yang sempit.

#GJ 22 Juni 2011Foto dulu yuk..

#GJ 22 Juni 2011Disini peserta harus berhenti karena ada sungai yang cukup lebar.

#GJ 22 Juni 2011Solusinya, sepeda harus diangkat sambil menyeberangi sungai.

#GJ 22 Juni 2011Solidaritas muncul ketika ada jalur seperti ini.

#GJ 22 Juni 2011Kami berkumpul di sekitar Velodrome, Malang untuk menunggu om Fuad. Sewaktu om Fuad (paling kanan) datang, foto bersama dulu yuk. Hehe.

Baca Selengkapnya >>>