Perintah Console Linux - Extract Package & Compressed File
Ketika anda mempelajari linux, secara otomatis anda akan belajar tentang command dari console. Namun banyak orang yang menganggap perintah dalam console itu sulit dan rumit. Namun jika dibandingkan dengan matematika atau bahkan fisika, apa console masih lebih sulit?
Pada posting kali ini saya sebagai newbie (pendatang) di dunia linux akan membagikan ilmu mengenai console linux, khususnya perintah untuk meng-esktrak file yang dikompres. File kompresan dalam linux biasanya memiliki ekstensi *.rpm ; *.deb ; *.tar.gz ; *tar.bz2 ; *.zip ; *.rar . Sejauh ini apa anda masih bingung?
Semua jenis ekstensi file di atas tidak bekerja pada satu distro linux. Contohnya, file berekstensi *.deb bekerja pada linux ubuntu. File berekstensi *.rpm bekerja pada distro mandriva dan fedora. Sedangkan untuk *.tar.gz ; *.zip ; *.rar ; dan *.tar.bz2 bekerja secara universal pada semua distro linux
Berikut akan saya jelaskan satu persatu secara mudah agar anda bisa memahaminya,
- *.rpm
- bash$ rpm -ivh namafile.rpm *.deb
- bash$ deb -i namafile.deb *.tar.gz
- bash$ tar -xzf namafile.tar.gz *.tar.bz2
- bash$ tar -xjf namafile.tar.bz2 *.rar
- bash$ unrar namafile.rar *.zip
- bash$ unzip namafile.zip
Khusus untuk unrar mungkin ada distro yang tidak menyediakannya secara default. Anda bisa mendapatkannya melalui link ini
Tulisan di atas adalah mengenai meng-extract file ter-kompress. Namun sekarang, bagaimana jika anda menemui file yang tidak berekstensi seperti di atas? misalnya anda hanya menemui file make atau configure, apa yang harus anda lakukan? Berikut ini adalah perintah yang bisa anda berikan ke dalam console untuk meng-install aplikasi tersebut.
- Jika terdapat file makefile
- bash$ make
…
bash$ su root
Password:
bash$ make install
…
Jika terdapat file configure
- bash$ ./configure (optional arguments)
…
bash$ make
…
bash$ su root
Password:
bash$ make install
…
Bagaimana? mudah bukan? Jika tutorial di atas masih belum bisa mengatasi permasalahan anda, itu berarti sudah saatnya manual linux anda baca. Ketikkan saja man [perintah yang ditanyakan] ke dalam konsole, maka manual linux akan keluar untuk membantu permasalahan anda. Selamat berjuang dan cintai linux seperti mencintai keluarga anda.
Senin, Januari 11, 2010 |
Tips Menguasai dan Mencintai Linux
Sebuah pertanyaan singkat dengan jawaban panjang. Sebenarnya tidak ada yang sulit di Linux jika Anda sudah memahami dasar-dasar pengoperasian sebuah OS komputer. Jika Anda sudah terbiasa bekerja dengan Windows, maka dalam waktu singkat Anda akan segera memahami dan menguasai Linux.
Kesulitan yang dihadapi para pemula umumnya berkisar seputar pemilihan distro Linux (...ya, ada ratusan 'jenis' Linux di hadapan Anda !...), pemartisian dan teknik instalasi (tetangga pusing, data di harddisknya hilang semua gara-gara coba instal Linux !...), dan pengaksesan file-file data yang sudah ada (...bagaimana nasib data di Windows saya ?...). Permasalahan selanjutnya adalah pemilihan program kerja dan teknis pemakaian utility sistem di Linux. Berikut tip-tip untuk Anda :
Pilih distro populer
Ya, cari informasi dan dapatkan CD instalasi sebuah distro yang populer di lingkungan Anda. Jika banyak rekan pakai Linux Ubuntu, kenapa tidak ikut pakai Ubuntu. Jika warnet sebelah pakai Linux SuSE, ya cari CD SuSE, biar bisa chatting di warnet sebelah. Semakin populer distro pilihan Anda, semakin banyak rekan yang memahami dan siap membantu kesulitan Anda.
Pakai Live CD
Apa itu Live CD ?... Ini adalah salah satu inovasi penggunaan sistem operasi Linux. Anda tidak perlu menginstalasikan Linux atau mengorbankan isi harddisk Anda untuk mengoperasikan Linux. Dengan Live CD, Anda dapat menjalankan Linux secara aman pada komputer Anda (baca: Windows) melalui sebuah keping CD. Anda tinggal membooting komputer dengan Live CD, tunggu sebentar, nah... operasikan 'komputer Linux' instan Anda.
Meskipun dijalankan dari sebuah keping CD, Anda dapat menggunakan program dan utility Linux secara lengkap dan normal seperti jika Anda mengoperasikan sebuah Linux yang terinstal di harddisk. Selesai sesi ber-Linux dengan Live CD, Anda dapat kembali menggunakan OS lama di harddisk,seperti sediakala.
Saat ini ada beberapa pilihan distro Linux Live CD (nah!). Bingung pilih Live CD? ingat Tip no. 1 Jika sudah familiar dengan teknik pengoperasian Linux, baru instalasikan Linux secara permanen pada harddisk Anda.
Baca dan baca !
Anda kesulitan mendapatkan rekan yang tangguh di Linux ? Jangan putus asa, Linux menyediakan dokumentasi secara lengkap mengenai berbagai hal sesuai topik, teknik, atau program yang ingin Anda ketahui. Sebagian dokumentasi bahkan sudah disajikan dalam bahasa Indonesia.
Dewasa ini juga sudah tersedia buku-buku Linux, pilih (...dan beli) topik buku sesuai kebutuhan Anda. Alternatif lain, di internet tersedia beragam artikel dan panduan teknis mengenai penggunaan Linux yang siap Anda download secara gratis.
Sedia payung sebelum hujan
Backup seluruh data di harddisk Anda sebelum menginstal Linux. Pada banyak kasus, karena salah langkah, seluruh isi harddisk musnah setelah mencoba menginstal Linux. Siapkan keping CD secukupnya atau pindahkan data ke harddisk lain.
Semua menjadi lebih mudah dan cepat jika Anda menginstal Linux pada harddisk kosong / baru, tapi jika tidak ada, maka backup data selalu disarankan. Jika Anda telah menempatkan data pada folder tersendiri, partisi tersendiri, atau bahkan harddisk tersendiri, maka prosedur pembackupan dan pemulihan data (jika diperlukan) akan menjadi mudah dan cepat. Namun, jika data Anda tersebar di berbagai pelosok folder, maka sekarang lah saatnya Anda belajar berdisiplin dalam mengelola data secara baik dan efisien. Lakukanlah sebelum semuanya terlambat.
Buat apa repot ?
" ...Kenapa saya harus pusing memikirkan hal-hal teknis, pilih distro, partisi, instal, backup, apalagi ? Saya pakai Windows juga tidak pernah dipusingkan cara instal, pilih OS, aplikasi, bla bla. Semua sudah siap di PC baru ! Saya hanya ingin pakai Linux biar aman dari sweeping, saya hanya membutuhkan PC untuk membuat surat dan laporan-laporan rutin saja !...".
Begitu kira-kira ungkapan sang relasi. Ya, ada benarnya juga pemikiran ini. Anda tidak harus repot memikirkan hal-hal teknis untuk bekerja dengan komputer Linux. Di luar sana sudah banyak penyedia layanan teknis yang akan membantu proses peralihan sistem di kantor Anda. Sisihkan sedikit anggaran bagi persiapan sistem Linux di PC, dan Anda tinggal menggunakannya. Mudah seperti yang telah Anda lakukan saat memakai Windows.
Banyak jalan menuju data
Sama seperti di Windows, Anda dapat bekerja dan memilih aplikasi tertentu untuk melakukan tugas tertentu. Anda hanya perlu mengetahui padan aplikasi dan alternatif-alternatif program yang bisa Anda gunakan. Linux memiliki beragam software untuk berbagai keperluan. Cara pengoperasiannya secara umum juga sama. Open, Close, Save, Copy, Paste, adalah istilah-istilah baku yang dapat Anda kenali di setiap program aplikasi, termasuk di Linux.
Sebagian besar aplikasi Linux mampu membaca dan mengolah jenis-jenis data yang telah Anda buat atau Anda miliki ketika memakai Windows. Misalnya file data olah dokumen, data olah angka, file presentasi, gambar, hingga koleksi film dan lagu. Lihat Tip 2 untuk membiasakan diri dengan aplikasi-aplikasi Linux.
Siapkan kopi dan cemilan
Ini yang paling Anda perlukan jika memutuskan menginstal Linux sendiri dan mulai mencoba program / utility di Linux. Bisa jadi Anda akan berlama-lama di depan monitor hanya untuk menunggu progress bar di layar segera selesai, sementara Anda belum bisa memutar MP3 kesayangan.
sumber : ruzman
Minggu, Januari 10, 2010 |
Linux Nusantara - Karya Anak Bangsa
Linux adalah operating system (sistem operasi) yang tidak membosankan karena memiliki berbagai jenis. Jenis linux lebih dikenal dengan istilah Distro. Indonesia patut bangga karena memiliki distro dari linux. Sebenarnya banyak sekali produk linux yang telah dikembangkan oleh orang Indonesia. Namun distro yang satu ini merupakan distro yang menunjukkan sisi ke-Indonesia-annya. Distro Nusantara 3 (Mahakam) merupakan distro desktop bagi pengguna Indonesia. Pengembangan lanjutan distro ini disponsori oleh Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia dan dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI). Meskipun disponsori oleh pemerintah, namun distro ini diharapkan dapat tumbuh dan dikembangkan oleh komunitas.
Nusantara 3 (Mahakam) dikembangkan dengan mengambil basis Fedora 9. Fedora merupakan salah satu distribusi Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Fedora. Distro ini awal mulanya adalah Red Hat, salah satu distro tertua yang dikenal keandalannya di bidang enterprise. Meskipun berasal dari Red Hat, namun dalam pengembangannya Yayasan Fedora berusaha lepas dari bayang-bayang Red Hat, dan berkeinginan menjadi distro yang 100% dikembangkan oleh komunitas.
Beberapa fitur dari Nusantara 3 ini adalah:
- Perbaikan fitur bluetooth
Dukungan bluetooth yang lebih baik. Pemindahan data lewat handphone bluetooth atau media bluetooth lain dapat dilakukan secara otomatis lewat aplet bluetooth yang tersedia di panel. - Percepatan startup dan shutdown
Saat menyala pertama dan saat mematikan, versi Nusantara 3 relatif lebih cepat dari versi sebelumnya. - Firefox 3
Fitur firefox3 bisa dirujuk di website mereka di http://www.mozilla.com/firefox. Singkatnya versi ini lebih ringan, dengan dukungan add-on yang lebih banyak, serta dukungan pengecekan keamanan yang lebih baik. - Atur ulang partisi pada saat instalasi
Jika partisi penuh, Anda dapat menggeser partisi yang penuh yang masih memiliki ruangan yang cukup. Ini dapat dilakukan terbatas pada partisi yang disusun berdasarkan kaidah penyusunan partisi, sehingga dimungkinkan pembuatan partisi baru. - Sistem Berkas Terenkripsi (Encrypted File System)
Anda bisa memilih sistem berkas terenkripsi pada saat instalasi, maupun membuatnya setelah selesai atau pada saat distro sudah digunakan. - Dukungan multimedia yang lebih lengkap dari Fedora
Saat ini Nusantara 3 telah mendukung beberapa format multimedia umum seperti .avi, .wmf, DVD, .mp3, .wav, dan VCD.
Rabu, Januari 06, 2010 |
Melawan Pembajakan Piranti Lunak
Menyimak perkembangan legalisasi piranti lunak Indonesia amat memprihatinkan. Tingkat pembajakan di Indonesia rasanya sebanding dengan tingkat korupsinya. Jadi kira-kira index pembajakan dan korupsi di Indonesia kurang lebih setara. Angka pembajakan di Indonesia menurut studi IDC sebesar 85% dengan potensi kerugian sebesar US$544 juta pada 2008. Pembajakan ini dihitung dari semua potensi yang diakibatkan dari pembajakan merk, penggunaan ilegal, penggandaan ilegal dan penyebarluasan ilegal. Diantara yang paling rawan dan mudah dibajak adalah karya seni dan ilmu pengetahuan: musik, film, buku dan piranti lunak.
Kesadaran atas Pembajakan
Pembajakan selalu merugikan. Yang untung hanya pembajaknya. Dalam kasus piranti lunak, secara jangka panjang pengguna juga dirugikan. Tapi baiklah kita perlu berusaha lebih adil dan dekat dengan bumi dalam soal pembajakan piranti lunak. Kesadaran mengenai pembajakan piranti lunak Indonesia cukup rendah, karena yang terjadi di masyarakat adalah ketidaktahuan, ketidakpedulian dan yang menyedihkan adalah kemalasan.
Ketidaktahuan umumnya karena soal melek komputer. Daya beli yang rendah menyebabkan tingkat penggunaan komputer di Indonesia masih rendah. Selain daya beli, ini juga berkait dengan kualitas pendidikan yang rendah secara rata-rata. Ketidaktahuan ini memicu ketaksadaran bahwa piranti lunak bisa tidak legal digunakan apabila tidak dimiliki dengan cara yang sah: membeli. Dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, masih kurang dari seperenamnya yang melek komputer atau menggunakannya. Selain soal daya beli dan rendahnya kualitas pendidikan hal ini juga dipicu dengan kejutan budaya. Masyarakat Indonesia secara umum masih tertinggal dibanding bangsa-bangsa lain di dunia, akibatnya adalah ketaksiapan menerima perkembangan: kejutan-kejutan terutama dari teknologi. Bangsa-bangsa lain ada yang sudah pada budaya tulis yang mapan, bangsa Indonesia baru lahir seni sastranya: budaya menulisnya. Belum lagi koran menjadi teman baik, sudah hadir TV yang menjadi lebih dominan dari buku-buku. Belum lagi internet (yang berdasar budaya baca), sudah hadir ponsel yang lebih meriah konten-konten hiburannya. Akhirnya, melek komputer dari barang bajakan. Dan sebelum tahu, bahwa itu bajakan sudah terlanjur tak bisa bekerja kecuali dengan piranti lunak bajakan, dan hanya tahu bahwa komputer (kosong tanpa piranti lunak), seharusnya juga dijual dengan piranti lunak yang bisa digunakan tak perduli bagaimanapun cara mendapatkannya.
Ketidakperdulian umumnya terjadi karena keterdesakan (daya beli rendah sekali) dan kekuatiran bahwa produktifitas akan turun bila tak menggunakan piranti lunak tertentu, sambil tetap tak mau membayar hak penggunaannya. Hal ini tidak hanya terjadi pada bisnis skala kecil dan menengah, tapi juga terjadi pada bisnis skala yang lebih besar. Piranti lunak bajakan memang mudah didapatkan di pasar-pasar komputer resmi. Ketidakperdulian ini memicu penggunaan secara bebas piranti-piranti lunak secara ilegal tanpa berpikir secara jangka panjang soal akibatnya. Akibat bagi pengguna adalah hilangnya kesempatan mendapatkan dukungan atas penggunaan piranti lunak tersebut. Akibat bagi produsennya adalah kehilangan kesempatan memperoleh royalti hasil dari piranti lunak yang dikembangkannya.
Kemalasan adalah masalah utama bagi bangsa yang hidup di iklim tropis yang melenakan ini. Masalah kemalasan ini terutama berpangkal pada kemanjaan hidup di lingkungan yang serba mudah, kualitas pendidikan yang rendah dan minder kompleks yang parah. Secara kelirumologi, hal ini adalah pengetahuan berdasar atas mitos dan konsepsi yang keliru tentang diri sendiri di hadapan bangsa-bangsa lain. Akibatnya, yang datang dari luar bangsa (teknologi utamanya) selalu dianggap lebih canggih. Itu dominan terjadi di dunia piranti lunak. Padahal di dunia seni sudah tidak demikian. Musik terutama, adalah baris terdepan yang bisa mengklaim diri sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Film merangkak, buku sebenarnya punya peluang bagus tapi produksinya rendah, industri kerajinan tak kalah dengan musik. Kemalasan menyebabkan orang tidak mau membayar penggunaan piranti lunak, tapi juga tidak mau mencari alternatifnya. Padahal sudah banyak alternatif yang tidak hanya murah, tapi bahkan bebas secara legal digunakan, bisa ditemukan.
Stop Pembajakan Piranti Lunak
Nah, bagaimana melawan akar-akar pembajakan tersebut? Sampai saat ini, pendekatan hukum yang mengemuka, yang lucunya penegak hukumnya sendiri masih secara bebas menggunakan piranti lunak bajakan, tanpa menyadarinya atau bahkan tidak meperdulikannya. Seakan penegakan hukum itu, bagi penegak hukum akan membebaskan mereka dari ketaklegalan piranti lunak yang mereka gunakan di kantor-kantor mereka. Business Software Alliance (BSA), termasuk yang secara lucu mengejar para pengguna piranti lunak bajakan. Padahal yang seharusnya dikejar barangkali lebih tepat adalah para pembajaknya, pengganda ilegal yang menjual dan memproduksi salinan piranti-piranti lunak yang beredar di Indonesia secara tidak sah. BSA tampaknya seperti sengaja melakukannya. Selain tebang pilih, aksinya hanya seperti tukang gerebek.
Pendidikan adalah cara utama memerangi pembajakan. Akan butuh waktu lama, tapi pendidikan akan meningkatkan kesadaran tentang hak atas kekayaan intelektual. Pengembang piranti lunak berhak mendapatkan hasil jerih payah atas apa yang telah dikembangkannya (yang tentu juga dengan alat pengembang yang legal pula). Pendidikan tak akan membuat orang berhenti membajak, tapi menginspirasi orang untuk berhenti menggunakan barang bajakan. Pendeknya semakin lama semakin jauh dari menggunakan piranti lunak bajakan. Bagaimana?
Saya sendiri secara pribadi bukan termasuk yang suka dengan mengutip ongkos lisensi penggunaan pada orang yang menggunakan piranti lunak yang kita kembangkan. Tapi mengutip ongkos lisensi itu pun adalah cara yang sah dan legal. Untuk kasus Indonesia di sisi lain, juga menyebabkan orang tak mampu membayar apapun yang berlisensi mahal sedikit. Maka perlu ada alternatif-alternatif atas lisensi barang bajakan ini. Alternatif-alternatif ini tidak akan kita dapatkan informasinya dari BSA, ah tentu saja.
Opensource
Diantara alternatif yang paling populer adalah penggunaan piranti lunak opensource. Ada banyak macam lisensi penggunaan piranti lunak opensource, tapi pada dasarnya semua mengacu pada penggunaan dan atau pengembangan secara bebas piranti lunak. Penggunaan piranti lunak opensource sangat tepat untuk kondisi Indonesia. Banyak perdebatan soal opensource vs piranti lunak berbayar, yang meski muara sebenarnya bukan hanya soal ongkos, tapi Indonesia jelas lebih tepat memilih piranti lunak yang memikirkan secara jangka pendek dan panjang atas dasar perhitungan Total Biaya Kepemilikan - TBK (Total Cost of Ownership - TCO).
Filosofi umum tentang perngkat lunak opensource alamiah sekali, yaitu bahwa semua yang diturunkan dari ilmu pengetahuan manusia harus bisa dikembalikan kepada manusia secara bebas. Dan bahwa apa yang telah kita dapat dari membeli atau diberi orang lain, dapat kita kembangkan lagi, kita jual, kita bagi atau kita simpan sendiri secara bebas. Hal-hal seperti ini tidak kita dapatkan pada piranti lunak berlisensi bayar.
Salah satu piranti lunak opensource yang populer adalah sistem operasi Linux. Linux meski dimulai oleh seorang Linus Torvalds, tetapi Linux yang ada hari ini dikembangkan oleh komunitas besar pengembang piranti lunak yang lebih besar dari jumlah pengembang piranti lunak perusahaan piranti lunak manapun di dunia. Saat ini Linux bahkan sudah berkembang menjadi ratusan distribusi untuk berbagai macam kebutuhan, tidak hanya untuk solusi personal tetapi juga korporasi bahkan manufaktur.
Kesadaran tentang keberadaan opensource ini harus terus ditingkatkan. Butuh dukungan semua pihak di Indonesia. Sayangnya tak satupun pemimpin negeri atau calon pemimpin negeri yang perduli soal ini. Sementara negara sebesar China atau negara-negara latin yang kondisinya tak jauh dengan Indonesia, terus memupuk kesadaran bangsanya tentang opensource, Indonesia malah sudah punya gerakan IGOS (Indonesia Goes Opensource) yang populer hanya di kalangan tertentu dan penggiat IGOS saja. Mengapa negara-negara lain menjadi peminat opensource. Dari kepentingan negara tentu bukan hanya soal TBK, tapi juga soal kemandirian. Faktanya piranti lunak berlisensi bayar sebagian besar berasal dari negara-negara maju.
Butuh lebih dari sekedar kampanye penggunaan piranti lunak opensource, yang lebih tepat adalah keteladanan, terutama dari pemerintah. Misalnya adalah penerapan penggunaan piranti lunak opensource di lingkungan pemerintahan. Andaikan Bapak Menteri Komunikasi dan Informasi sendiri selalu menggunakan opensource, sebagaimana menteri yang mengurusi hal ini di negara Columbia, nun jauh di Amerika latin sana.
Piranti Lunak Berbasis Layanan
Meski internet baru bisa dinikmati sebagian lagi orang Indonesia yang melek komputer, tapi kemajuan jangkauan telekomunikasi justru membuat lebih cepat dan lebih banyak orang bersentuhan dengan Internet. Dengan begitu sebenarnya secara tidak sadar orang sudah bersentuhan dengan Cloud Computing. Cloud Computing umumnya terdiri dari piranti lunak yang dikembangkan dengan basis layanan. Piranti lunak berbasis layanan memilki arah yang sepintas beda dengan piranti lunak personal yang biasa.
Piranti lunak berbasis layanan biasanya punya kata kunci keterhubungann. Setelah konektifitas, maka sebuah layanan bisa terhubung dengan banyak layanan yang lainnya, yang tersedia umumnya juga secara bebas. Ketersediaan secara bebas ini sebenarnya tidak membuat layanan ini tidak menghasilkan apapun bagi pengembangnya, tapi model bisnisnya membuat pengembang dapat mengutip nilai lain dari kehadiran anggota baru pengguna layanan atau penggunaan layanan secara intensif, misalnya dari iklan dan layanan khusus.
Piranti lunak opensource juga bisa tersedia dalam bentuk layanan. Layanan tersebut dapat berupa perawatan, pembaruan rutin, penyediaan pembaruan paket-paket piranti lunak dan layanan-layanan premium lainnya. Model pengembangan bisnis piranti lunak opensource sedikit berbeda dengan piranti lunak berbasis layanan di Cloud Internet.
Pengrajin Piranti Lunak Mandiri
Cara lain adalah mendorong kemandirian langsung, yaitu pengembangan piranti lunak mandiri. Pada dasarnya dunia teknologi informasi dan piranti lunak punya banyak pintu. Pintu-pintu itu sekarang sudah terbuka. Diperlukan cara untuk mengaksesnya, tapi tak butuh tingkat pendidikan formal tertentu untuk itu. Semua orang yang punya kesempatan dapat melakukannya, mengaksesnya untuk mendapatkan sumberdaya yang dibutuhkan.
Dibutuhkan sumberdaya untuk mengembangkan sendiri piranti lunak yang kita butuhkan, yaitu referensi, alat pengembang, alat penguji dan para penguji. Rasanya tidak terlalu berlebihan jika saya katakan bahwa semua bisa ditarik dari Cloud, dari Internet. Percepatan pengembangan bisa dilakukan justru dengan memberikan lisensi opensource pada piranti lunak yang sedang kita kembangkan. Hal ini dapat mengundang, menarik dan membentuk komunitas pengembang lain dari belahan bumi manapun untuk bergabung mengembangkannya bersama-sama.
Piranti lunak bisa diperlakukan sebagai kerajinan. Seorang pengrajin pada dasarnya adalah seniman. Seni membutuhkan dedikasi tinggi dan semangat untuk menghasilkan karya yang bermutu tinggi. Bedanya karya seni bersifat ekspresi personal, kerajinan bisa bersifat massal dan dapat dimanfaatkan secara umum.
Sama seperti dimana pun, pengembangan perangkat lunak secara mandiri juga membutuhkan modal awal. Ada peran yang dapat dilakukan pemerintah yang lebih bersifat mendorong percepatan daripada hanya menggugah semangat. Selain penyediaan modal, sarana dan prasarana berupa infrastruktur murah, juga kebijakan yang lebih memihak. Kebijakan ini harus bisa memindahkan ketergantungan atas penggunaan piranti lunak impor yang berlisensi bayar, juga mengubah model lisensi bayar ke arah ongkos yang dihitung berdasar atas jasa layanan. Modelnya jelas mengarah ke segala sesuatu yang bersifat layanan.
Lalu apa?
Pilihannya terserah pada kita. Membayar harga piranti lunak pada pemiliknya adalah satu jalan. Tapi jalan legal tak harus membayar, meski juga tak harus menggunakan cara ilegal. Yang terpenting adalah kesadaran tentang legalitas. Penghargaan atas karya cipta amatlah penting. Bahkan pengembang opensource sejati amat memperhatikan penghargaan pada karya cipta. Meski tak harus membayar tapi opensource mengembangkan etika penggunaan atau pengembangan lanjut dengan mencantumkan pengembang sebelumnya atau mendonasikan sejumlah uang untuk pengembangan lanjut pada pengembang piranti lunak yang kita gunakan. Dari pemerintah, jika ada yang masih kita harapkan adalah kebijakan yang bersifat keteladanan seperti pengharusan penggunaan piranti linak dalam negeri di lingkungan pemerintahan dan pembangunan infrastruktur teknologi informasi yang murah dan terjangkau. Jadi sanksi hukum bagus-bagus saja (buat BSA), tapi pemberdayaan masyarakat lebih utama. BSA tak akan berkampanye soal kesadaran legalitas tanpa terkait dengan soal royalti atau harga sebuah piranti lunak. Melawan pembajakan bisa dengan tanpa membuat BSA untung sementara masyarakat terpenjara, terdenda atau berhenti berteknologi informasi. Lawan dengan kesadaran dan kemandirian.
Sumber : meta.wacana.net
Rabu, Januari 06, 2010 |
Memahami sources.list (Update Linux)
Linux adalah operating system yang dalam meng-update-nya tidak hanya pada satu sumber. Banyak repository yang digunakan agar bisa meng-update dengan baik. Namun semua itu dilakukan tidak secara otomatis. Butuh pengaturan lebih lanjut agar linux yang kita pakai bisa terupdate. Berikut ini cara mengganti repository Linux, khususnya PCLINUXOS.
Buka file yang terletak pada direktori di bawah ini :
Kemudian ketika anda sudah membukanya akan ada tampilan seperti ini
# Package repository URL's
# Signed repositories have a [
# as it appears in vendors.list. If you remove it, no digital signature check
# will be made.
# rpm http://kambing.ui.edu/pclinuxos/apt/ pclinuxos/2007 main extra nonfree kde kde4 special
rpm http://repo.ugm.ac.id/pclinuxos/apt/ pclinuxos/2007 main extra nonfree kde kde4 special
Apa anda mengerti maksud tampilan di atas? Itu adalah isi dari sources.list milik saya. Berikut ini akan saya jelaskan mengenai maksudnya. Saya ambil saja dari repository milik UGM yang sedang saya pakai sekarang.
- http://repo.ugm.ac.id/pclinuxos/apt/ -->> (merupakan URL dari repository)
- pclinuxos/2007 -->> (merupakan distribution)
- main extra nonfree kde kde4 special -->> (merupakan sections)
Jadi aturan untuk menulis repository adalah:
rpm URL distribution section
jika kita mengeditnya dari sources.list, akan ada tanda # di depan rpm. Tanda tersebut berguna untuk menandai bagian mana yang hanya menjadi komentar. Jadi jika anda hanya ingin memakai repository UGM, maka yang dibebaskan dari tanda # hanyalah URL milik UGM. Bisa dilihat dari source di atas, hanya URL milik UGM yang saya bebaskan dari tanda #.
Sekian tutorial linux kali ini.
Minggu, Januari 03, 2010 |
Manual Perintah apt Dalam Linux
Perintah apt merupakan salah satu command (perintah) dalam console Linux yang sering kita pakai dalam urusan update paket, install software, dan meng-uninstall-nya pula. Berikut ini saya sajikan manual perintah apt dalam Linux yang bisa anda gunakan untuk memudahkan kegiatan ber-linux ria.
- Install software menggunakan apt # apt-get install software
- Update daftar paket yang terdapat di sources.list # apt-get update
- Update software menggunakan apt # apt-get upgrade
- Untuk merubah daftar mirror apt # apt-setup
- Mencari paket # apt-cache search package
- Uninstall software menggunakan apt # apt-get remove software
- update daftar paket # apt-get update
- update daftar paket yang ada # dselect update
- meng-upgrade software dalam paket # apt-get upgrade
- install paket # apt-get install pkg
- meng-uninstall paket # apt-get remove pkg
Sabtu, Januari 02, 2010 |
Instalasi Ms Office Pada Linux
Microsoft Office adalah office tools yang paling banyak dipakai di belahan bumi manapun. Namun jika anda memakai linux, instalasi Ms. Office tidak semudah ketika kita meng-install di Windows. Berikut ini langkah yang harus anda tempuh agar bisa menikmati Ms. Office 2007 di linux.
- Install Wine (biasanya ada di More Applications\Emulators\)
- Pilih Wine>Configurator
- Pilih Windows Vista sebagai versi windows dari tab aplikasi
- Sekarang beralih ke tab libraries, cari dua file .dll yakni rpcrt4.dll dan msxml3.dll
- Add dua file tersebut kemudian edit menjadi "Native (Windows)
- Download file rpcrt4.dll disini
- Buka c_drive dari wine file manager
- Hapusrpcrt4.dll dan msxml3.dll dari direktori Windows/System32
- Copy file rpcrt4.dll yang baru anda download ke direktori Windows/System32
- Download file msxml3.msi dari Microsoft download site
- Install file msxml3.msi dari window Terminal dengan menggunakan perintah msiexec /i msxml3.msi
- Dobel klik setup.exe pada file Ms. Office 2007. Jika tidak bisa, gunakan perintah console wine setup.exe
- Install saja seperti biasa (pada Windows)
Jumat, Januari 01, 2010 |
Ternyata Facebook, Google, dan Amazon Memakai Linux
Google sudah menginvestasikan banyak uang di infrastrukturnya yang berbasis Linux untuk menyediakan layanan populer seperti Gmail, GoogleDocs, GTalk, Google dan Google CalendarGoogle. Linux, MySQL dan teknologi open source lainnya dipilih Google untuk memberikan layanan berbasis web terbaik dan tercepat.
Facebook merupakan situs jejaring sosial paling populer dengan lebih 350 juta pengguna dimana sistemnya berbasis pada Linux dan teknologi open source seperti PHP, memcached, MySQL dan lainnya.
Xen, virtualisasi berbasis Linux – menjadi pilihan Amazon untuk menjalankan bisnisnya yang perlu uptime 100%.
Jika Anda mengenal ketiga perusahaan ini dan bahkan mungkin saat ini sedang menggunakan layanannya, pernahkah Anda bertanya mengapa mereka memilih menggunakan Linux dan Open Source untuk membangun bisnisnya?
Stabilitas?
Biaya?
Kebebasan?
Benar Sekali.
Dan ternyata diluar ketiga perusahaan tersebut, ada banyak sekali perusahaan besar yang menggunakan Linux. Anda bisa mengetahui secara lebih lengkap di buku “Open Source, Linux dan Peluang Bisnisnya di Indonesia”.
Bisakah Anda menemukan alasan lain mengapa perusahaan-perusahaan besar ini memilih Linux dan Open Source ? Silakan lakukan riset dan beritahukanlah apa yang Anda temukan disini.
Sumber : pclinux3d.com
Kamis, Desember 24, 2009 |
Manajemen Akun User Pada Linux
1. Membuat Akun Baru
Membuat sebuah account user yang baru sangatlah mudah. Untuk membuat user baru dari command line, kita dapat menjalankan perintah useradd . Sebagai contoh, untuk membuat sebuah user yang bernama Dono, kita dapat menjalankan perintah sbb:
Kemudian jangan lupa untuk memberikan password kepada user baru yang telah dibuat dengan mengetikkan perintah passwd. Contoh:
Setelah mengetikkan perintah di atas, maka kita akan diminta untuk memasukkan password yang kita inginkan dua kali.
Dalam default system, ketika user baru ditambahkan, maka user baru tersebut akan mempunyai home directory di bawah /home/. Sebagai contoh, ketika kita mengeksekusi perintah di atas (useradd dono), maka user yang bernama dono akan memiliki home directory /home/dono.
Untuk mengubah default system ini, kita dapat memberikan option-option lain setelah perintah useradd. Misalnya kita menginginkan agar si dono diberikan home directory di /www/dono, maka kita dapat memberikan option -d setelah perintah useradd. Contoh:
Sebagai catatan, useradd hanya membuat direktori akhir, bukan semua path. Sehingga bila kita memberikan perintah useradd -d /www/dono, maka useradd akan menciptakan direktori dono apabila telah ada direktori yg bernama /www.
Program useradd akan menciptakan suatu group bagi setiap user yg ditambahkan. Setiap user akan tergabung dalam group-group tertentu. Program useradd akan memberikan nama group yang sama seperti nama user yang dibuat. Misalnya ketika kita membuat user baru dengan perintah useradd dono, maka si dono akan berada dalam group dono. Untuk mengubah default ini, maka kita dapat memberikan parameter -g setelah perintah useradd. Contoh:
Hal tersebut akan membuat user dono tergabung dalam group users.
2. Membuat group baru
Untuk membuat group baru kita dapat mengetikkan perintah groupadd. Contoh:
Perintah ini akan menambah group baru yang bernama bukan-gosip di /etc/group dan pada /etc/gshadow jika kita menggunakan shadow password.
3. Memodifikasi account user yang sudah ada
a. Mengubah password
Seorang system administrator akan sering berhubungan dengan masalah user yang lupa akan passwordnya. Perintah di bawah ini akan mengganti password user yang lama dengan password yang baru:
Misalkan si dono lupa akan passwordnya atau ingin mengubah passwordnya, maka si dono atau system administrator yang bersangkutan dapat mengubahnya dengan mengetikkan perintah:
b. Mengubah home directory
Untuk mengubah home directory dari user yang sudah ada, kita dapat mengetikkan perintah:
usermod -d
Contoh:
Jika ternyata home directory dono yang lama telah berisi file-file kepunyaan dono, maka kita dapat memindahkan home directory dono beserta file2nya dengan option -m. Contoh:
c. Menghapus account user
Untuk menghapus account user yang sudah ada, kita dapat menggunakan perintah userdel. Contoh:
Perintah tersebuat akan menghapus user yang bernama dono. Jika kita ingin menghapus home directory user beserta isi file atau direktori yang berada di bawahnya, maka kita dapat memberikan option -r setelah userdel.
Sumber : linux2.arinet.org
Selasa, Desember 22, 2009 |
Ganti Password Linux Ubuntu
Banyak anggapan bahwa linux itu rumit, membuat kita pusing dengan banyak fitur yang tidak otomatis. Tapi siapa sangka banyak orang yang berminat untuk mempelajari dan jatuh cinta pada linux. Ini adalah tutorial pertama saya untuk linux. Bagi para senior yang sudah jatuh cinta terlebih dahulu pada linux mungkin bisa memberikan masukan mengenai tutorial yang saya berikan. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana cara mengubah password default root pada linux. Langsung saja menuju tkp (kok kayak OVJ ya??)
perintah di atas berarti mengubah password untuk root. Sedangkan jika anda memiliki akun dengan nama lain, silahkan gunakan command berikut,
ganti nama akun dengan akun anda. Misalnya jika nama akun anda adalah "anu" maka gunakan command di bawah ini,
setelah anda mengetikkan perintah di atas maka akan ada tampilan seperti gambar di bawah ini,
itu berarti anda diminta untuk memasukkan password default root/nama akun anda dan kemudian masukkan password baru. Sekian tutorial tentang linux dari saya, mudah kan? Ternyata linux itu membuat anda penasaran. Semakin anda banyak tahu tentang linux, maka anda akan semakin cinta pada linux.
Jumat, Desember 18, 2009 |
Sekilas Tentang Linux
Linux (diucapkan ˈlɪnəks atau /ˈlɪnʊks/) adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer yang disusun dengan bahasa Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas atau yang biasa didengar open source. Seperti open source lainnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan, dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapapun.
Nama “Linux” berasal dari Kernel Linux (nama kernelnya), yang dibuat tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Peralatan sistem dan pustaka Linux umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983.
Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer, dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox), telepon genggam dan router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional rendah, kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX berbayar, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).
Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux atau distro Linux (Linux distribution) umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) (seperti GNOME dan KDE), dan paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, dan Gnumeric.
Kebanyakan dari kode (71%) ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman C, namun banyak bahasa lainnya juga ikut terlibat seperti C++, Assembly, Perl, Python, Fortran, dan berbagai bahasa skrip lain. Lebih dari separuh dari seluruh kode dilisensikan di bawah naungan GPL. Kernel linux itu sendiri terdiri atas 2,4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total keseluruhan.[37]
Penelitian lainnya menghasilkan analisis yang sama terhadap distro Debian GNU/Linux versi 4.0. Distro tersebut terdiri atas lebih dari 283 juta baris kode, dan penelitian tersebut memperkirakan biaya pengembangan yang dibutuhkan sebesar 5,4 miliar euro jika dikembangkan sebagai perangkat lunak tertutup.
Di Amerika Serikat, Linux merupakan merek dagang (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai “Program sistem operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi”. Merek dagang ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para distributor Linux dan mengklaim Linux adalah hak miliknya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds. Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.
Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai distro) yang dibuat oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem di komputer (installer program).
Inti di setiap distribusi Linux adalah kernel, koleksi program dari proyek GNU (atau proyek lain), cangkang (shell), dan utilitas pengatur seperti pustaka (libraries), kompilator, dan penyunting (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan utilitas pengatur yang bukan-GNU. Bagaimanapun, utilitas tersebut dapat dipisahkan dan sistem ala UNIX masih tersedia. Beberapa contoh adalah utilitas dari BSD dan sistem grafik-X (X-Window System). X menyediakan antarmuka grafis (GUI) yang umum untuk Linux.
Contoh-contoh distribusi Linux :
Ubuntu dan derivatifnya (Ubuntu Muslim Edition Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu, GoBuntu, dll)
SuSE
Fedora
Mandriva
Slackware
Debian
PCLinuxOS
Knoppix
Xandros
Senin, Desember 14, 2009 |