Menambah Koneksi Ms. Access 2007 dengan MySQL Connector ODBC

Label: , , ,


Koneksi antara Ms. Access dengan MySQL diperlukan ketika kita ingin mengimpor data yang telah dibuat dari Ms. Access ataupun Ms. Excel. Pada tutorial sebelumnya saya sudah menulis bagaimana cara untuk memasukkan data dari Ms. Access ke dalam MySQL. Sekarang adalah tutorial tentang cara menghubungkan Ms. Access 2007 ke dalam MySQL dengan menggunakan MySQL Connector ODBC.

Baca Selengkapnya >>>




Ekspor Data Ms. Excel 2007 (*.xls) ke dalam MySQL

Label: , , ,


Cara yang paling mudah untuk membuat data dalam sebuah database adalah melalui Microsoft Excel. Pada tutorial kali ini saya akan menunjukkan cara bagaimana untuk memindahkan data yang sudah Anda buat dalam bentuk *.xls sehingga bisa menjadi sebuah tabel di MySQL. MySQL yang saya pakai adalah MySQL yang sudah terintegrasi dengan XAMPP. Sebelum melangkah lebih jauh, pastikan Anda sudah memiliki Microsoft Office 2007. Selain itu, pastikan pula di komputer Anda sudah terinstall MySQL Connector ODBC (bisa di-download disini) dan XAMPP (download disini).

Baca Selengkapnya >>>




Tutorial Dasar DB Designer 4

Label: , ,

DB Designer 4 adalah aplikasi khusus yang digunakan untuk mendesain sebuah basis data. Aplikasi ini memudahkan kita untuk membuat database karena fitur yang disediakan di dalamnya. Ketika pertama kali menggunakan DBDesigner 4 mungkin Anda akan kebingungan tentang bagaimana cara mengoperasikannya dengan benar. Sebelum melangkah lebih jauh, bagi yang belum memiliki DBDesigner 4 lebih baik download saja dulu di link yang sudah saya sediakan (download DB Designer 4).

Baca Selengkapnya >>>




Teknologi - Pembobol Data Pengguna i-Pad ditangkap FBI

Label: , , ,

Hacker yang menemukan celah keamanan di situs AT&T dan pengungkap alamat email seratusan ribu pengguna iPad, akhirnya dicokok pemerintah Amerika Serikat.

Peristiwa dibobolnya 114 ribu identitas pelanggan operator AT&T yang juga pengguna iPad, memang sempat menghebohkan.

Sebab, peristiwa itu juga turut mengungkap beberapa alamat email para tokoh penting di AS, seperti Kepala Staf Gedung Putih Rahm Emanuel, Walikota New York Michael Bloomberg, dan penyiar berita ABC Diane Sawyer.

Bahkan, selain itu ada pula alamat-alamat email orang-orang dari Google, Amazon, Microsoft, serta petingg-petinggi militer AS lain. Hal ini membuat biro investigasi AS FBI turun tangan.

Andrew Auerheimer, hacker yang dituding sebagai pelaku pengungkapan data itu, menurut laporan dari CNet, telah dicokok oleh FBI dan kini mendekam di pusat penahanan negara, di Fayetteville, Arkansas.

Andrew ditahan melalui upaya pencarian FBI di rumahnya di Arkansas. Anehnya, Andrew justru bakal menghadapi dakwaan yang berbeda, yakni atas kepemilikan obat-obat terlarang. Bukan karena ia mengungkap data ratusan ribu email tadi.

Ia akan menghadapi empat tuduhan berat kepemilikan zat terlarang, serta satu tuduhan kepemilikan ringan. Menurut Letnan Mike Perrymen dari Deparrtemen Kepolisian Fayetteville, pihak berwajib menemukan obat terlarang saat menggeledah pria 24 tahun ini. Ia dituduh kedapatan membawa kokain, ecstasy, LSD, serta obat-obat tertentu lainnya.

Andrew adalah salah satu tokoh kunci yang bekerja di komunitas keamanan komputer Goatse. Beberapa waktu lalu Goatse menemukan celah keamanan di situs AT&T dan berhasil mengambil data pribadi pelanggan yang membeli iPad dari situs tersebut.

Data-data yang bocor itu kemudian dipublikasikan melalui situs teknologi milik kelompok media Gawker. Goatse sendiri membantah bila langkah mereka dianggap ilegal. Menurut Goatse, seluruh data yang mereka dapatkan dikumpulkan lewar server web publik tanpa menggunakan password.

Mereka membuat program yang mampu menebak-nebak ribuan nomor Integrated Circuit Card Identifier (ICC-ID) sehingga situs AT&T 'memberikan' data-data email seratusan ribu pelangganya kepada program tersebut.

"Artinya, informasi ini bisa diakses oleh setiap orang di internet. Jadi kami tidak melakukan pembocoran, penyelinapan, atau penetrasi," kata Goatse. Selain itu, Goatse juga mengungkap data-data itu, karena merasa bahwa para pengguna iPad punya hak untuk mengetahui bahwa data pribadi mereka tidak aman.

Sumber :

Baca Selengkapnya >>>




Data 15.000 Nasabah HSBC Swiss Dicuri

Label: , ,

data nasabah HSBC Swiss DicuriInformasi pribadi 15.000 nasabah HSBC di Swiss dicuri. Demikian dikatakan bank yang bermarkas di London, Inggris, tersebut, Kamis 11 Maret 2010. Pencurian data tersebut potensial membongkar informasi nasabah asing yang sedang diburu oleh negara asal karena menghindar dari kewajiban membayar pajak.

Pihak HSBC mengatakan, mantan pekerja teknologi informasi cabang perusahaan HSBC Private Bank (Suisse) di Swiss, diidentifikasi oleh otoritas Prancis sebagai Herve Falciani, mencuri informasi tersebut antara akhir 2006 dan awal 2007. Akun-akun nasabah itu semua dibuka sebelum Oktober 2006.

"Kami sangat menyayangkan situasi dan meminta maaf pada para klien atas ancaman terhadap privasi mereka", kata Alexandre Zeller, kepala eksekutif HSBC di Swiss.

Pihak bank telah mengontak nasabah yang menjadi korban pencurian data. HSBC juga tidak yakin bila data-data yang dicuri itu telah atau akan memberi peluang bagi orang-orang yang tidak punya otoritas untuk mengakses akun terkait.

Informasi nasabah yang dicuri ini hanya terjadi pada akun nasabah di Swiss dengan perkecualian pada bekas cabang, HSBC Guyerzeller Bank. Namun, pencuri data bisa membuat pemegang akun-akun tersebut terungkap dan diketahui oleh otoritas pajak di negara masing-masing.

Dalam beberapa kasus pencurian data dari bank-bank di Swiss dan Liechtenstein, informasi tersebut ditawarkan pada pemerintah negara lain yang sedang menguntit warga negaranya yang melarikan diri untuk menghindar dari kewajiban membayar pajak, dengan menyembunyikan uang di akun bank di Swiss.

Sumber : vivanews

Baca Selengkapnya >>>