Hindari Kerusakan Mata Akibat Abu Vulkanik

Label: , ,

Abu vulkanik selain bisa mengganggu pernapasan, dapat juga menimbulkan iritasi selaput lendir mata. Meski tinggal berjauhan dari lokasi letusan, abu vulkanik yang tersapu angin juga bisa menganggu kesehatan mata. Partikel abu vulkanik yang kasar umumnya membuat mata terasa tidak nyaman, bahkan memicu iritasi. Kondisi ini dapat mengganggu penglihatan dan bisa menimbulkan infeksi sekunder pada mata. Gangguan ini akan lebih mudah timbul pada orang yang menggunakan lensa kontak.

Umumnya, gejala yang muncul diawali dengan kondisi seolah-olah ada benda asing di mata, mata terasa nyeri, gatal atau merah, mata terasa lengket, kornea mata lecet atau terdapat goresan, adanya peradangan pada kantung conjuctival yang mengelilingi bola mata sehingga mata menjadi merah, terasa seperti terbakar dan sensitif terhadap cahaya.

Baca Selengkapnya >>>




Abu Vulkanik (Part I)

Label: , ,

Abu vulkanik yang sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan gunung berapi, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran kecil (halus). Batuan yang berukuran besar (bongkahan batu sampai kerikil) biasanya jatuh disekitar kawah hingga radius 5 – 7 km dari kawah. Sedangkan abu vulkanik yang berukuran halus dapat jatuh pada jarak mencapai ratusan kilometer bahkan ribuan kilometer dari kawah karena dapat terpengaruh oleh adanya hembusan angin. Sebagai contoh letusan G. Krakatau tahun 1883 dapat mengitari bumi berhari-hari. Demikian juga letusan G. Galunggung pada tahun 1982 dapat mencapai Australia.

Baca Selengkapnya >>>