Artikel Motivasi - Kisah Tempayan Retak

Label: ,

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walaupun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaanya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya ia dapat berikan.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata
kepada si tukang air, “Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.”

“mengapa?” tanya si tukang air,”mengapa kamu merasa malu?” . Dan tempayan retak pun menjawab, "selama dua tahun ini, saya hanya mampu membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi.”

Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab, ”Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”

Tuhan memang punya rencana atas segalanya.

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu ? tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu ?” Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan kita. Tanpa adanya kamu, majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri. Kita semua adalah tempayan retak, namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk maksud tertentu. Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma, Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.

Ketahuilah dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita. Maka dari itu bersyukurlah dalam tiap hembusan nafas karena sebenarnya anda telah dikarunia oleh Tuhan sebuah kekurangan (bahkan lebih) yang akan menjadi pewarna dalam kehidupan ini.

Sumber : motivation-live

Baca Selengkapnya >>>




Artikel Motivasi - Hal Besar yang Sering Kita Abaikan

Label: ,

Pada hari itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
”Ya, tetapi, aku tidak membawa uang”, jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu”, jawab si pemilik kedai.
“Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Ada apa nona?”, tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa-apa, aku hanya terharu”, jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi, tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri”, katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu
berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
"

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”.

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

Seringkali kita menganggap pengorbanan mereka merupakan suatu proses alami yang biasa saja; tetapi kasih dan kepedulian orang tua kita adalah hadiah paling berharga yang diberikan kepada kita sejak kita lahir.

Oleh karena itu segera peluk ibumu dan katakan terima kasih atas jasa - jasanya selama ini dalam membesarkanmu. Bicarakan baik - baik atas masalah yang sedang kamu hadapi. Saya yakin saran dari ibu anda adalah yang terbaik karena beliau selalu menginginkan anaknya bahagia.

Sekian.

Sumber : kaskus

Baca Selengkapnya >>>




Artikel Motivasi - Work Is Beautiful

Label: ,

Sahabat saya yang telah memiliki semua kualitas yang dibutuhkannya untuk menjadi pribadi yang sepenuhnya sejahtera dan berbahagia, katakanlah ini seperti Anda menasehatkannya kepada seorang adik yang masih muda:

Adikku yang sedang bekerja keras menjadikan dirinya terpelajar dan ahli dalam ilmu dan pekerjaannya, aku mengundang hati baikmu untuk menyadari yang ini, bahwa sedikit sekali pemandangan yang lebih indah daripada orang-orang yang dengan gagah bekerja keras untuk menjadikan kehidupan orang lain lebih baik.


Dan ternyata, lebih sedikit lagi orang yang mampu melihat keindahan dalam kerja-keras yang mendatangkan perubahan baik, yang akan menjadikan dunia tempat bermain yang aman dan sehat bagi anak-anak kita, tempat bergaul dan bersahabat yang ramah bagi keluarga dan kerabat kita, dan menjadikan tanah air ini sebagai negeri yang indah dan yang membanggakan.

Perhatikanlah mereka yang bekerja keras bagi kebaikan kehidupan orang lain. Merekalah pahlawan yang sebenarnya dalam kehidupan. Mereka tidak risau apakah akan ada orang yang mengenali mereka sebagai pahlawan, atau akan ada orang yang menuliskan nama mereka dalam buku pelajaran sejarah anak cucu mereka di abad mendatang.

Mereka bahkan tidak menyadari bahwa keringat yang membasahi pakaian kerja mereka, adalah peluh yang sama indahnya di mata Tuhan dengan darah para syuhada, yang menggunakan dada mereka sebagai perisai untuk melindungi kedaulatan negeri dan kehormatan bangsanya.

Sedikit hal yang bisa menggantikan kerja keras yang tulus, dan istirahat dalam kesyukuran, dan penerimaan imbalan dengan penuh keharuan.

Maka, marilah kita bekerja dengan tulus, agar suci keringat yang membasahi kulit kita.

Marilah kita beristirahat dalam kesyukuran, karena kita masih diijinkan bekerja, saat banyak saudara kita sedang merindukan pekerjaan yang belum tersedia bagi mereka.

Dan marilah kita menerima imbalan dari kerja keras kita dengan keharuan,
karena kita masih diijinkan untuk membiayai kehidupan diri dan keluarga yang kita cintai.
  1. Apakah mungkin ada ke-sampai-hati-an di langit sana, yang akan menahan kebaikan dari seseorang yang bekerja dengan tulus, beristirahat dengan bersyukur, dan menerima imbalan dengan haru?
  2. Apakah Tuhan sampai hati membiarkan jiwa yang gagah dan indah hatinya seperti itu,
    untuk berlama-lama dalam kelemahan dan kekurangan?
  3. Apakah Tuhan akan membiarkan doa dan harapan jiwa yang memuliakan kehidupan seperti itu,
    hilang dan menguap tanpa tercatat dan terjawab?
  4. Apakah Tuhan yang dekatnya lebih dekat dari apa pun yang terdekat dari urat leher ini,
    akan membiarkan tangisan hati yang setia kepada kebaikan keluarganya seperti ini,
    … apakah Tuhan akan melambatkan jawaban?


Adikku yang kebahagiaannya sangat diperhatikan Tuhan, Cintailah pekerjaanmu, karena pekerjaan adalah sarana pemuliaan kehidupanmu. Jika tidak karena yang kau kerjakan, karena apakah engkau akan disejahterakan dan dibahagiakan?

Maka, Cukupkanlah pengumuman bahwa engkau mencintai keluargamu. Bekerjalah dengan tulus. Jika engkau mencintai keluargamu, engkau akan bekerja dengan tulus.

Dan jika ada adikmu yang ke-keras-an kepalanya adalah untuk menolak kebaikan baginya, katakanlah ini kepadanya:

Engkau yang keras kepalanya adalah untuk kesulitannya sendiri, dengarlah ini dengan hatimu;
  1. Apakah kau kira kesejahteraan dan kebahagiaan keluargamu dapat kau bangun dengan memperlakukan pekerjaanmu seperti tempat berlibur?
  2. Apakah kau kira pekerjaanmu akan menjadi doamu, jika engkau mengurangi hak mereka yang membayarmu, mengurangi takaran dalam perniagaanmu, berbohong untuk menutupi kebohonganmu, menyalahkan orang lain untuk menyembunyikan kesalahanmu, dan menggunakan nama Tuhan untuk memalsukan dosamu?
  3. Apakah engkau menjadikan kehidupanmu sebagai doa yang tidak pantas didengar oleh Tuhan?


Maha suci Tuhan yang melindungi kita dari sifat-sifat buruk,

Adikku yang kebahagiaannya menjadi landasan dari semua doaku dan alasan bagi semua kerja keras ku,
  1. Indahkanlah dirimu dalam pekerjaanmu.
    Karena itulah yang akan menjadi pengharus bagi Tuhan untuk memindahkanmu ke pekerjaan yang indah, dari tempat yang tidak memuliakanmu.
  2. Indahkanlah caramu dalam pekerjaanmu.
    Karena itulah yang akan menjadikan pelebih takaran bagi imbalan yang kau terima.
  3. Indahkanlah kesyukuran dan keharuan mu dalam menerima imbalan dari kerja kerasmu.
    Karena itulah yang menjadi sebab bagi pemuliaanmu dalam tugas-tugas yang lebih besar.
  4. Indahkanlah hatimu.
    Karena itulah yang menjadikan Tuhan ikhlas menugaskanmu sebagai pengindah kehidupan sebanyak mungkin saudaramu.



Adikku,
Janganlah lagi engkau tertarik kepada apa pun yang tidak mengindahkan dirimu, yang tidak mengindahkan pikiran dan perasaanmu, dan pastikanlah engkau menjauhkan dirimu dari perilaku yang tidak mengindahkan namamu.

Indahkanlah nama mu, karena itu adalah cara untuk menjadikan nama mu berpendar dengan sinar dari nama Tuhan mu.

Dan itu hanya bisa kau bangun melalui pekerjaan yang memuliakan diri dan keluargamu.

Adikku yang berhak bagi tempat yang indah di surga,

Pekerjaan itu indah.

Janganlah engkau pernah lupakan itu.

Loving you all as always,

Mario Teguh

Baca Selengkapnya >>>




Artikel Motivasi - Mulailah Menjadi Pribadi Dengan Kualitas yang Kau Impikan Itu

Label: ,

MARIO TEGUH SUPER NOTE
MERAMALKAN KEBERHASILAN

Bagian Kedua

………..

Sahabat saya yang sedang menjadikan dirinya bernilai bagi keluarga dan masyarakat, bacalah ini seperti Anda mengatakannya kepada seorang adik yang masih muda, "Adikku yang hatinya jujur dan tegas berpihak kepada yang penting bagi hidupnya, ijinkan aku mengulangi sedikit yang telah kukatakan tadi, bahwa dia yang lebih berfokus pada kesulitan, hanya akan melakukan yang paling mudah. Padahal, tidak ada hal yang bernilai dan langgeng yang bisa dicapai dengan mengutamakan yang mudah-mudah saja.

Tetapi engkau lain.
Karena engkau menginginkan keberhasilan, engkau melihat kesulitan sebagai tanda bahwa engkau harus menambahkan lebih banyak kesungguhan dalam kerjamu. Sehingga sebetulnya, bagi engkau yang melebihkan kesungguhan - tidak ada kesulitan.


Karena, singkatnya;
Kesulitan adalah perintah untuk menambahkan kesungguhan.

Dan ingatlah ini, bahwa

Jika keberhasilan belum menemuimu pada kesempatan pertama, engkau harus menerima kegagalan sebagai keberhasilan yang tertunda.

Maka,
Bersikap wajar-lah dalam menghadapi kegagalan, yang akan menjadi keberhasilan, segera setelah engkau memperbaiki cara-caramu. Berpikirlah jernih dalam menghadapi tertundanya keberhasilan dari upayamu. Berpikirlah jernih, karena kekalutan pikiran adalah hal terakhir yang kau butuhkan untuk keluar dari kesulitanmu. Berpikirlah jernih, karena kejernihan pikiranmu-lah yang berpihak kepada keberhasilanmu.
  1. Apakah tidak kau sadari bahwa untuk setiap menit yang kau gunakan untuk marah, memprotes, mengasihani diri, dan melihat diri sebagai korban, … engkau telah membuang 60 detik untuk memperbaiki kesiapanmu untuk mengulangi upaya pencapaian keberhasilanmu?
  2. Tidakkah engkau melihat dengan jelas, bahwa pada suatu titik, upaya keberhasilanmu itu menjadi kontes keras-keras-an kepala antara kemauan-mu dengan kegagalan-mu?


Tinggal sekarang siapa yang lebih keras kepala. Engkau atau kegagalan-mu.

Mungkin engkau merasa aku sedikit melucu di sini, tetapi perhatikanlah bahwa kakak-kakak mu yang hidupnya sejahtera, berbahagia, dan namanya disebut-sebut dalam pergaulan-pergaulan mulia itu – adalah mereka yang lebih keras kepala dalam menghadapi kegagalan.

Maka,
  1. Keras-kepala-lah untuk kebaikan.
  2. Membantah-lah, protes-lah, tolak-lah, ngeyel-lah, membangkang-lah, dan sangat berkeras-kepala-lah – jika itu adalah untuk keberhasilan mu.
  3. Janganlah engkau bersikap keras kepala untuk menolak anjuran dan nasehat baik.
  4. Janganlah engkau berlaku keras kepala, dan menolak cara-cara baru yang akan mengeluarkan dirimu dari kesulitan.
  5. Janganlah engkau berkeras kepala mempertahankan cara-caramu yang usang, yang hanya menjadikanmu ahli kritik dan protes, tetapi yang hidupnya sendiri sulit.


Tidakkah engkau pernah bertanya kepada dirimu sendiri, jika engkau demikian benar, mengapakah hidupmu belum baik? Jika engkau sulit menerima nasehat baik, sebetulnya nasehat seperti apakah yang sekarang sedang kau yakini untuk melemahkan hidupmu sendiri?

Tuluskanlah hati baikmu, dan Berpihaklah kepada yang membahagiakanmu. Keras kepala-lah untuk kebaikan mu.

Adikku yang dititipkan ibumu kepada ibuku, agar aku melebihkan perhatianku bagi kebahagiaanmu, ketahuilah bahwa Kesetiaanmu untuk memenangkan kebaikan hidupmu adalah pengukur kesetiaanmu kepada Tuhan. Karena jika engkau ingin menggembirakan Tuhan, gembirakanlah Dia dengan menjadikan dirimu insan kebanggaan Tuhan, yaitu insan yang berbuat baik, yang menyembah Tuhan, yang menasehatkan kebenaran, dan yang menasehatkan kesabaran. Jika itu yang kau lakukan, tidak akan ada waktu dalam hidupmu yang melihat kerugian mu.

Adikku yang hatinya sudah sangat siap bagi kebesaran hidupnya, perhatikanlah ini;
Jika engkau berbicara sangat serius, engkau memulainya dengan “Demi Tuhan, …”
Dan jika Tuhan ingin engkau mengetahui bahwa Beliau serius mengenai pengertian baikmu mengenai kemenangan hidupmu, Tuhan memulainya dengan “Demi masa, …”

Waktu adalah waktu, tetapi masa adalah waktu yang di dalamnya terjadi sesuatu. Sehingga engkau hanya akan menjadi sesuatu, jika engkau mengisi waktu mu dengan menjadikan sesuatu.
  1. Jika engkau ingin menjadi pribadi yang bernilai, maka isilah waktumu dengan pekerjaan yang bernilai.
  2. Jika engkau ingin menjadi pribadi yang hidupnya sejahtera, apakah yang kau lakukan dalam waktumu itu – yang membantu orang lain mencapai kesejahteraan mereka?
  3. Jika engkau ingin menjadi pribadi yang bebas dari kesedihan, apakah yang kau isikan dalam waktumu sebagai pelayanan yang mengobati luka hati saudaramu yang belum mudah hidupnya?
  4. Jika engkau demikian merindukan kebahagiaan, apakah yang kau lakukan dalam keseharianmu untuk membahagiakan jiwa-jiwa yang terdekat denganmu?


Adikku yang hatinya ranum bagi kemuliaan,
Agar engkau bisa disebut ADA dalam kehidupan ini, Tuhan memberi mu waktu.

Tetapi,
Jika engkau ingin bisa disebut HIDUP, engkau harus mengisi waktu mu dengan kehidupan.

Hidup ini untuk hidup.
Engkau disebut hidup, karena engkau tumbuh. Jika engkau menolak untuk memperbarui diri, engkau tidak ada bedanya dengan mereka yang tidak tumbuh. Dan orang yang tidak tumbuh, hanyalah sebetulnya menghabiskan waktu, dan yang tidak akan ada bedanya dia pernah ada atau tidak.

Adikku yang hatinya sangat baik,
  1. Apakah engkau merasa Tuhan sedang menyentuh hatimu?
  2. Apakah engkau merasa sedang disuruh mengerti sesuatu yang penting bagimu?
  3. Apakah engkau merasa sedang dilembutkan hatimu?
  4. Apakah engkau merasa ingin menyandarkan kepalamu dan menenggelamkan tubuhmu yang letih itu kedalam pelukan Tuhan yang sangat menyayangimu?
  5. Apakah engkau ingin melaporkan semua kesulitan dan kesedihanmu kepada Tuhan?
  6. Apakah engkau merasa bahwa – sekarang,
    saat engkau menyebut nama Tuhan dengan penuh kasih,
    engkau merasa panggilan mesramu kepada Tuhan bergema lembut di dadamu – karena serasa wajah Tuhan berada sangat dekat dengan pipimu, dan karenanya udara yang kau hirup merasuki sukma mu beraroma kesurgaan yang lembut dan disucikan dengan kasih sayang-Nya.


Tidakkah engkau merasa bahwa engkau sangat disayangi Tuhan?
Maka menangislah dengan jujur.

Tuhan-mu mengetahui semua yang kau sembunyikan. Tuhan mengetahui bahkan pengakuan-pengakuan rahasia di hatimu bahwa engkau belum sepenuhnya berlaku sebaik yang diharapkan-Nya.

Tetapi, jika Tuhan bukan tempat mu untuk mencurahkan semua rahasia hatimu, dan bukan muara bagi semua penyesalanmu, untuk apakah Beliau diseru sebagai Tuhan Yang Maha Pemaaf?

Adikku, sekarang … cobalah untuk membuktikan sifat-sifat kemuliaan Tuhan yang sangat mengasihi mu itu, cobalah untuk mengakui semua kelalaian mu, termasuk semua kesengajaan mu dalam menelantarkan kebaikan bagi diri mu dan bagi mereka yang seharusnya kau bahagiakan.
  1. Mengaku saja-lah.
    Cobalah kesediaan Tuhan untuk mendengarkan mu.
  2. Curahkanlah semua keluhan dan protes mu.
    Cobalah kesediaan Tuhan untuk mengerti mu.
  3. Meratap dan menangislah.
    Cobalah keluasan dan kelembutan kasih sayang Tuhan kepada mu.
  4. Mohon maaf dan mintalah ampunan.
    Cobalah keikhlasan Tuhan untuk memaafkan mu.


Lalu,
diam-lah …, menyerah-lah …, dan patuh-lah
dan perlahan engkau akan merasa bahwa ada sesuatu yang menjadi lebih baik dalam diri mu. Ada sesuatu yang membaik dalam pikiranmu, ada sesuatu yang membaik dalam hatimu, dan ada yang kau rasakan lebih baik dalam hidupmu.

Sambutlah perasaan kesurgaan itu dengan wajah terindah mu.

Tundukkanlah wajahmu dalam seindah-indahnya sujud.

Serahkanlah keseluruhan impian, keinginan, rencana, dan nafsu mu, … seluruhnya kepada Tuhan.

Serahkanlah semua keraguan dan ketakutanmu, … seluruhnya kepada Tuhan.
  1. Jika Tuhan berbahagia dengan ketulusan penyerahan dirimu, apakah yang tidak akan dilakukan-Nya untukmu?
  2. Jika engkau sepenuhnya berserah kepada Tuhan, Dia akan mencukupkan sekecil-kecilnya kemampuanmu, untuk mencapai sebesar-besarnya impianmu.
  3. Jika engkau ikhlas hanya berharap kepada Tuhan, Dia akan mencukupkan satu hari bagimu, untuk mencapai hasil dari perniagaan yang dikerjakan oleh 1000 orang dalam 1000 hari.


Adikku yang sangat cerdas pikirannya dan yang sangat lembut hatinya,
  1. Jika engkau mengharapkan kesejahteraan, mengapakah engkau tidak merindukan waktu-waktu dalam hari mu saat engkau bermanja-manja dengan Tuhan yang tidak terbatas kekayaan-Nya?
  2. Jika engkau merindukan kebahagiaan, mengapakah engkau tidak sering-sering berbincang dengan Tuhan yang tidak terbatas kasih sayang-Nya?
  3. Jika engkau menginginkan kehidupan yang indah, mengapakah engkau tidak menyediakan diri dan perilaku mu sebagai pemandangan yang indah bagi Tuhan Yang Maha Melihat?
  4. Jika engkau ingin dipercayai untuk memimpin dengan kebesaran dan kemuliaan, mengapakah engkau tidak memulai untuk menjadi pribadi yang bisa dipercaya dan amanah dalam pekerjaanmu hari ini?


Mulailah menjadi pribadi dengan kualitas yang kau impikan itu. Ingatlah ini, adikku yang sedang disiapkan bagi kebesaran, bahwa

Penyesalan-penyesalan besar dalam hidupmu, bukanlah karena engkau lambat menyelesaikan, tetapi karena engkau lambat memulai. Karena hidup ini adalah terutama tentang kebaikan hidupmu, bersegeralah dalam kebaikan.

Dan itu semua, karena engkau sangat disayangi Tuhan.

………..

Sahabat Indonesia yang super,
Marilah kita menjadi pribadi-pribadi baik yang bekerja keras membangun kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga kita. Marilah kita saling ikhlas bekerja membantu penyejahteraan saudara-saudara kita yang masih lemah dan kekurangan, dan yang masih rentan diperlakukan tidak adil. Kita tidak mungkin melihat Indonesia menjadi negara yang damai dan sejahtera, jika bukan kita yang bekerja keras untuk menjadikan bangsa kita bangsa yang jujur. Dari pribadi-pribadi jujur-lah terbangun masyarakat yang jujur, dan dari masyarakat yang jujur inilah nanti terpilih para pemimpin yang amanah. Janganlah menunggu dipimpin untuk memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan. Perintah untuk itu ditujukan kepada setiap jiwa kita, agar kita menjadi pemimpin yang memuliakan diri dan keluarga kita terlebih dahulu.

Karena, Tidak ada keberhasilan yang utuh tanpa kebahagiaan keluarga. Mudah-mudahan Tuhan menguatkan kita untuk mencapai sebesar-besarnya impian kita bagi kemuliaan kehidupan kita bersama. Marilah kita tetap bersaudara dan bersahabat dalam kebenaran dan kesabaran. Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda tercinta, dari Ibu Linna dan saya.

Terima kasih atas ijin untuk melayani Anda.
Loving you all as always,

Mario Teguh

Baca Selengkapnya >>>




Artikel Motivasi - Keberhasilan Bukanlah Untuk Diramalkan, Tetapi Untuk Dibangun

Label: ,

MARIO TEGUH SUPER NOTE
MERAMALKAN KEBERHASILAN

(Bagian Pertama)

...........

Sahabat saya yang hatinya baik,
yang memangku peran penting sebagai pribadi super Indonesia,

"Keberhasilan bukanlah untuk diramalkan, tetapi untuk dibangun."


Kita seolah bisa meramalkan siapa di antara para sahabat kita yang akan mencapai kecemerlangan hidup, dengan memperhatikan setidaknya tiga hal berikut ini;
  1. Apakah dia memiliki ketertarikan yang kuat kepada sesuatu yang berguna.
  2. Apakah dia mengupayakan kemampuan terbaik untuk melakukan yang paling menarik baginya itu, dan
  3. Apakah dia menuangkan keseluruhan jiwanya untuk menjadikan yang dilakukannya sebagai keuntungan bagi orang lain.

Sahabat saya yang hatinya ranum bagi kemuliaan,
Anda adalah pribadi yang memiliki semua potensi untuk diutamakan dalam kehidupan ini, yakinilah ini, dan jadikanlah salah satu tema utama dalam keyakinan bicara Anda, bahwa kendaraan menuju keberhasilan adalah kerja keras.

Mereka yang menolak untuk bekerja keras, karena telah menemukan konsep bekerja cerdas - masih akan tetap diharuskan untuk bekerja keras dalam kecerdasannya. Lalu, kerja keras itu membutuhkan tenaga untuk bergerak maju, dan itu yang kita sebut kesungguhan. Hanya memiliki semangat saja, tidak-lah cukup, karena kesungguhan adalah pembuktian dalam tindakan - dari sebuah ketertarikan yang kuat untuk berhasil.

Sedangkan yang kita sebut semangat, adalah sebetulnya kepingan-kepingan bara kemauan yang kita sisipkan pada setiap celah dalam kerja keras kita, untuk mencegah masuknya perasaan-perasaan lemah dan ketertarikan-ketertarikan yang menjauhkan kita dari pekerjaan yang memuliakan kita dan mereka yang kita layani.

Sahabat saya yang super,
Tetapkanlah pandangan Anda kepada kemungkinan-kemungkinan baik yang menjadi hadiah bagi kerja keras Anda. Dunia ini penuh dengan kemungkinan bagi tercapainya kebintangan dalam hidup, bagi kita semua, dan terutama bagi Anda yang perannya mulia.

Satu-satunya tempat yang bisa kosong dari kemungkinan keberhasilan adalah pikiran kita. Maka, peliharalah kesehatan dari pikiran Anda.

Janganlah berlaku seperti orang yang menggunakan pengalaman kegagalan, baik dari dirinya dan dari pengalaman orang lain - untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa keberhasilan itu tidak mungkin baginya.

Terbalik dari yang menjadi sikap harian para bintang - yang menjaga ketertarikan yang tinggi kepada keberhasilan; orang yang berjalan mengambang itu menyerahkan nasibnya kepada apa pun yang diputuskan oleh orang lain.

Dalam nanar kesadarannya, dengan malas dia berharap bahwa alam akan salah menghitung; sehingga alam akan menghadiahkan kecemerlangan hidup kepada orang yang melemahkan hati-nya, yang mengkerdilkan pikirannya, yang hanya melakukan sesuatu bila diperintahkan, dan yang bila melakukan - dia akan melakukan yang sesedikit mungkin.

Orang seperti itu - tidak mati, tetapi tidak benar-benar hidup.

Ketertarikan untuk berhasil adalah kekuatan dan bakat yang Anda perlukan untuk mencapai kepantasan sebagai seorang bintang. Ketertarikan yang kuat untuk berhasil, membuat Anda melihat banyak kesempatan untuk mencapai keberhasilan, bahkan kesempatan-kesempatan yang tidak dilihat oleh orang lain.

Dia yang mensyaratkan bahwa segala sesuatu harus menjadi mudah lebih dahulu baginya - sebelum dia bersedia untuk bekerja, tidak akan melihat kesempatan besar yang bahkan mungkin berdiri tegap di balik sebuah kesulitan kecil.

Karena Anda cepat melihat kesempatan dan selalu mengupayakan penyelesaian terbaik dari apa pun yang Anda hadapi,
Anda akan tampil sangat berbakat.

Tetapi,
Dia yang lebih berfokus pada kesulitan, hanya akan melakukan yang paling mudah.

Sedangkan bagi Anda yang menginginkan keberhasilan,
sebuah kesulitan hanyalah tanda bahwa Anda harus menambahkan lebih banyak kesungguhan dalam kerja Anda .

Itu saja.

Terima kasih atas ijin untuk melayani Anda.

Salam super,

Mario Teguh

Baca Selengkapnya >>>