Intelijen akan pantau Facebook dan Twitter
Membaca sebuah berita yang diterbitkan oleh detiknews, membuat Saya sedikit kaget. Bagaimana jika akun facebook atau twitter Anda disadap oleh pihak lain? Apakah itu tidak melanggar hak asasi manusia? Bukankah setiap manusia memiliki privasi yang harus dijaga rapat?
Dari sumber terpercaya tersebut dikatakan bahwa Kepala BIN Sutanto menegaskan akan memantau jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook. Hal ini dilakukan untuk memantau adanya gerakan teror atau yang mengarah subversif di jejaring tersebut.
"Yang membahayakan tentu kita pantau, yang arahnya teror dan subversif tentu kita pantau. Tetapi datanya kita serahkan ke Menkominfo," jelas Sutanto.
Mengapa intelijen sampai terpikir untuk mulai menyadap media sosial di internet? Apakah mereka kehilangan cara untuk mendeteksi keberadaan teroris? Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran masyarakat. Kita sebagai warga negara hendaknya mau bekerja sama memberantas terorisme yang merupakan musuh negara. Maka dari itu, mulai sekarang terapkan sebuah sugesti bahwa Teroris adalah musuh bersama
Sumber : detiknews
Rabu, Maret 23, 2011 |
Facebook Sebarkan Data Pribadi Lewat Iklan
Jejaring sosial terbesar di dunia, Facebook, baru-baru ini digugat oleh penggunanya karena dituduh membocorkan data pribadi pengguna kepada para pengiklan.
Salah seorang pengguna Facebook asal South Lake Tahoe California, David Gould, menuding Facebook telah mengingkari kebijakan privasinya. Yaitu dengan mengungkap data-data pengguna yang mengeklik iklan di Facebook, meliputi nama asli, kota tempat tinggal, asal sekolah, serta daftar teman-teman.
Menurut Gould, kepada para pengiklan, Facebook mengirimkan referrer header setiap saat ada pengguna Facebook yang mengeklik iklan. Jadi setiap kali pengiklan menerima referrer header itu, para pengiklan bisa melihat profil pengguna spesifik yang telah mengeklik iklan itu.
Apalagi, kata Gould, saat itu, kebijakan privasi yang lama memungkinkan pengiklan juga mengakses nama username maupun foto pengguna Facebook, mengingat banyak di antara mereka yang tidak mengutak-atik pengaturan privasi mereka.
Gould menuduh Facebook telah membocorkan rahasia pribadi penggunanya. Padahal pada kebijakan privasi mereka Facebook berjanji tidak akan mengungkap informasi pengguna kepada pengiklan tanpa sepengetahuan pengguna.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Facebook Andrew Noyes mengatakan gugatan itu tidak patut dan perusahaannya akan melawan gugatan itu. Dia mengumumkan kesuksesannya menjaring pengiklan di situsnya.
Di saat yang sama, laporan dari BusinessWeek mengungkapkan pengiklan di Facebook meningkat hingga empat kali lipat sejak 2009. Facebook telah membuka cabangnya di berbagai negara, menambah jumlah tenaga penjualannya menjadi dua kali lipat dari 2008.
Facebook yang kini telah memiliki lebih dari 500 juta pengguna, memang sangat bergantung iklan. Sebelum mengubah kebijakan privasinya baru-baru ini, Facebook banyak dikecam, antara lain karena dituding mulai mengorbankan privasi penggunanya demi mengejar keuntungan iklan.
Beberapa perusahaan besar yang beriklan di Facebook antara lain Procter & Gamble, Toys 'R' Us, dan Adidas. Menurut ComScore, di Amerika Serikat saja, Facebook telah menampilkan 176 miliar iklan selama kuartal pertama, naik dari tahun sebelumnya yang sekitar 70,7 miliar iklan.
Sementara itu, tuduhan Facebook mengirim data kepada para pengiklan diungkap pertama kali oleh pakar dari AT&T dan Worcester Polytechnic Institute, lewat laporan berjudul "In the Leakage of Personally Identifiable Information Via Online Social Networks."
Saat itu, Facebook mengatakan bahwa mereka hanya menyediakan informasi tentang lokasi asal laman saat iklan yang bersangkutan diklik. Namun, kemudian Profesor Harvard Ben Edelman mengatakan bahwa secara otomatis Facebook juga menyertakan informasi profil pengguna yang mengeklik iklan tersebut.
Oleh karenanya username pengguna bisa diketahui oleh Facebook. Selain itu, secara default pengiklan juga bisa mengetahui nama, jenis kelamin, data-data profil, gambar-gambar, daftar teman-teman, jaringan,postingan di dinding, dan lain sebagainya.
Akhirnya belakangan Facebook mengaku telah merevisi kode programnya sehingga tak lagi mengirim informasi pribadi pegguna yang bisa dimanfaatkan oleh para pengiklan.
Sumber : vivanews
Kamis, Juni 03, 2010 |
Teknologi - Facebook Menyederhanakan Setting Privasi
Situs jejaring Facebook menjawab kritik dari banyak penggunanya terkait kontrol atas privasi mereka. Secara drastis, Facebook membuat aturan privasi menjadi lebih simpel.
Seperti dikutip dari laman The Telegraph edisi Kamis, 26 Mei 2010, langkah ini diambil Facebook setelah keras dikritik atas terlampau kompleksnya pengaturan privasi di situs jejaring sosial itu.
Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan bahwa kini hampir 500 juta pengguna Facebook akan lebih mudah mengontrol data pribadi mereka, seperti: umur, jenis kelamin, teman, bahkan gambar.
"Banyak yang kami coba lakukan dalam beberapa pekan terakhir," kata Zuckerberg dalam jumpa pers.
Ke depan, pengguna Facebook hanya perlu satu langkah mudah untuk mengatur privasi mereka. "Feedback dari pengguna sangat gencar. Kami tahu kalau penyederhanaan kontrol ini harus dilakukan," katanya.
Pengaturan privasi di Facebook sebelumnya memaksa pengguna harus mengatur begitu banyak opsi pengaturan dan ini dinilai menyulitkan.
Keputusan ini diambil setelah petinggi Facebook melakukan rapat internal di markas besar mereka di Palo Alto.
Facebook menghadapi kritik keras setelah banyak penggunanya mengalami serangkaian kebocoran data privat mereka. Kasus-kasus itu membuat pengguna tak tahu seberapa publik informasi mereka di-share di Facebook. Banyak di antaranya mengancam akan berhenti menggunakan Facebook per 31 Mei ini.
Sumber : vivanews
Kamis, Mei 27, 2010 |
Teknologi - Facebook Akui Kekurangannya
Pendiri sekaligus Kepala Eksekutif Korporat (CEO) Facebook, Mark Zuckerberg, akhirnya memberi komentar soal kontroversi lemahnya perlindungan privasi atas pengguna laman jejaring sosial itu. Dia bahkan mengakui kesalahan yang dilakukan Facebook atas soal itu dan berjanji akan memperbaikinya.
Pernyataan Zuckerberg dimuat dalam surat yang dia tulis kepada seorang blogger di Amerika Serikat (AS), Robert Scoble, Minggu 23 Mei 2010. "Saya tahu bahwa kami telah membuat beberapa kesalahan. Namun, saya berharap ini bisa diatasi dan pelayanan bisa bertambah baik," tulis Zuckerberg dalam surat yang dikutip oleh laman CNNMoney, Senin 24 Mei 2010.
Zuckerberg selanjutnya meminta pengertian para pengguna Facebook bahwa "kami punya niat yang baik dan kami merespon masukan dari publik yang kami layani." Selain menulis surat, wiraswasta muda yang putus kuliah di Universitas Harvard itu juga menulis opini dengan topik yang sama.
Artikel Zuckerberg itu dimuat di harian Washington Post, Senin 24 Mei 2010. Dia mengakui bahwa perlu ada mekanisme yang lebih mudah dalam mengendalikan informasi sehingga privasi pengguna tetap terjaga dan tidak gampang disusupi orang asing.
"Dalam beberapa pekan mendatang, kami akan menambah fitur kendali privasi yang lebih mudah digunakan. Kami juga akan memberi Anda cara yang mudah untuk mematikan semua layanan dari pihak ketiga," tulis Zuckerberg.
Surat dan artikel itu merupakan tanggapan pertama yang diberikan Zuckerberg atas kekecewaan banyak pengguna Facebook, yang mengklaim telah memiliki hampir 500 juta pengguna. Mereka kecewa karena Facebook tampak kurang mempedulikan privasi pengguna. Akibatnya, akun pribadi pengguna gampang disusupi orang yang tidak dia kenal dan pengguna sering diganggu oleh informasi yang tidak dia inginkan dari pihak ketiga.
Masalah privasi itu membuat para blogger terang-terangan menyatakan telah menutup akun di Facebook. Selain itu, kalangan pejabat publik di Eropa dan Amerika Serikat juga mengritik kekurangpedulian pengelola Facebook atas masalah itu.
Awal Mei lalu, contohnya. Menurut laman CNNMoney, gangguan teknis di Facebook saat itu membuat sejumlah pengguna bisa mengintip percakapan pribadi (private chat) teman-teman mereka tanpa diundang. Peristiwa itu terjadi kurang dari tiga bulan setelah muncul keluhan dari pengguna Facebook bahwa akun mereka dikirimi pesan-pesan yang tidak diinginkan.
Menurut respons Zuckerberg, tim Facebook akan mengatasi masalah gangguan privasi mulai pekan ini juga.
Sumber : vivanews
Selasa, Mei 25, 2010 |
Teknologi - Facebook-an Gratis Via Ponsel
Facebook baru saja meluncurkan versi baru Facebook yang cepat bila diakses melalui perangkat mobile, yakni 0.facebook.com
Situs baru berbasis teks ini merupakan versi Facebook yang telah 'dipangkas' sehingga bisa diakses lebih ringan dan cepat. Ia menampilkan fitur-fitur yang kurang lebih hampir sama dengan apa yang ditawarkan oleh m.facebook.com.
Fitur-fitur itu meliputi update status, kabar berita (news feed), suka (like), komentari postingan orang, mengirim dan membalas pesan, serta menulis di dinding (wall) orang.
Istimewanya, situs ini bisa diakses secara gratis di 45 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebab, di negara-negara itu Facebook bekerja sama dengan lebih dari 50 operator selular untuk menyediakan layanan ini secara gratis.
"Saat menggunakan internet dari ponsel, banyak orang di dunia mengalami hambatan, baik akses yang terlalu lambat maupun pilihan langganan data yang tak murah. Kami mendesain 0.facebook.com untuk membantu pengguna mengatasi dua hambatan itu," kata Sid Murlidhar, Program Manager, Facebook Mobile, lewat blog resmi perusahaannya.
Di Indonesia, Facebook menggandeng Telkomsel, 3 (Tri), dan Axis, untuk menyediakan layanan situs ini secara gratis. Artinya, pelanggan ketiga operator ini bisa main Facebook di 0.facebook.com tanpa khawatir pulsanya berkurang satu sen pun, tak perlu juga berlangganan layanan data.
Sumber : vivanews
Kamis, Mei 20, 2010 |
Teknologi - Tombol "Like" Facebook Akan Merambah Web Lain
Facebook melakukan langkah besar untuk meningkatkan pengalaman orang berbagi "Like" tidak hanya di situsnya sendiri, tetapi juga merambah ke situs lain yang saling terkoneksi. Itulah mimpi supersosial yang akan dilakukan Facebook dengan merilis paradigma baru yang disebut Open Graph dan Social Plugin.
"Kami akan menyebarkan satu miliar tombol 'Like' di jagat web (dalam 24 jam)," kata CEO Facebook Mark Zuckerberg saat membuka konferensi F8 di San Francisco, California, AS, Rabu (21/4/2010), seperti dilansir Wall Street Journal.
Tombol "Like" yang biasanya hanya digunakan di layanan Facebook kini akan tersedia bebas di situs web mana pun yang menginginkannya. Menurut Zuckerberg, fitur tersebut merupakan salah satu bagian penting untuk mewujudkan rencana Facebook membagi kesenangan semua pengguan web.
Mulai saat ini, orang bisa saling berbagi rekomendasi atas bebagai hal. Melalui situs berita, mereka mungkin berbagi artikel menarik, berbagi lagu favorit melalui situs musik, atau merekomendasikan film melalui situs review film.
Saat tombol tersebut ditekan, secara otomatis di halaman Facebook pengguna akan muncul link ke halaman web terkait. Selain itu, jumlah teman yang merekomendasikan informasi tersebut juga akan secara otomatis diperbarui dan muncul di halaman situs web yang dimaksud.
Selain menyebarkan "Like" ke semua web, Facebook juga menambah fitur Social Plugin yang bisa ditanam di situs web. Dengan fitur tersebut, pemilik web bisa mengatur rekomendasi apa yang akan ditampilkan dari jaringan pertemanan di Facebook.
Sumber : yahoo
Minggu, April 25, 2010 |
Teknologi - Facebook Tetapkan Batasan Karakter
Meski update status merupakan salah satu fasilitas terpopuler yang ada di situs jejaring sosial Facebook, akan tetapi Mark Zuckerberg dan kawan-kawan telah memmbatasi jumlah karakter yang bisa dimasukkan saat pengguna akan melakukan update status.
Meski maksimal update status hanya 420 karakter, akan tetapi jumlah ini masih jauh lebih banyak dibandingkan dengan Twitter yang membatasi jumlahnya hanya 140 karakter saja.
Pemberitahuan perubahan panjang status itu dikonfirmasikan oleh Facebook kemarin, yang mengabarkan keterangan itu pada pengembang aplikasi di jejaring sosial tersebut.
Berhubung Facebook belum berhasil mengatasi permasalahan, setiap update status yang menyertakan attachment akan diterbitkan sebagai berita biasa dan tidak dimasukkan sebagai update status di bagian atas profil pengguna.
Seperti VIVAnews kutip dari AllFacebook, 10 April 2010, walau pembatasan hanya 420 karakter ini sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu, akan tetapi Facebook baru kali ini mengumumkan batasan tersebut pada publik.
Pengguna sendiri diperkirakan banyak yang belum menyadari kapan batasan ini diterapkan, bagaimana batasan tersebut ditentukan serta mengapa angka batasannya adalah 420 karakter.
Sumber : yahoo
Senin, April 12, 2010 |
Teknologi - Skandal Cracking Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg
Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg dituduh telah melakukan sabotase (baca: cracking) terhadap akun email pesaing dan wartawan. CEO situs jejaring sosial populer yang memiliki 400 juta pengguna itu dianggap sedikitnya melakukan dua pelanggaran.
Itu terungkap dalam laporan investigasi yang ditulis oleh BusinessInsider.com pada 5 Maret 2010. Setelah melakukan dua tahun investigasi, majalah itu mengklaim memiliki bukti kejahatan internet (baca: cracking) oleh pendiri Facebook pada 2004.
Pertama adalah ketika Zuckerberg menemukan bahwa reporter dari koran Harvard "The Crimson" yang berniat menulis berita buruk tentang dirinya pada 2004. Dia menggunakan data login Facebook reporter untuk menjebol akun mereka.
Kedua, BusinessInsider menuding Zuckerberg telah menjebol akun pesaingnya di Harvard yang menuduhnya telah mencuri ide mereka untuk media jejaring sosial. Dia kemudian melakukan sabotase atas media jejaring sosial saingan yang tengah dibangun.
Sengketa itu bermula dari tuduhan tiga seniornya di Harvard, yakni Cameron Winklevoss, Tyler Winklevoss, dan Divya Narendra. Mereka menuding Zuckerberg bertujuan menyesatkan mereka bahwa dia akan membantu membangun jejaring sosial, HarvardConnection.com yang sudah dirintis sejak 2003. Yang terjadi sebaliknya, Zuckerberg mencuri ide mereka untuk membuat produk saingan hingga berlanjut di pengadilan.
Setelah Zuckerberg meluncurkan TheFacebook.com pada Februari 2004, Cameron, Tyler dan Divya merekrut sejumlah developer untuk membuat HarvardConnection. Pada pertengahan Mei 2004, ketiganya siap meluncurkan HarvardConnection yang kemudian berubah menjadi ConnectU.
Kemudian, editor "The Crimson" menerima email di inbox mereka dari Cameron Winklevoss, salah satu pendiri ConnectU. Email itu menyatakan bahwa TheFacebook.com yang dibuat oleh Zuckerberg telah menipu tim ConnectU.
Atas klaim mereka, reporter Crimson kemudian mengkonfirmasikan kepada Zuckerberg tentang tuduhan tersebut. Dia rupanya dapat meyakinkan kepada media tersebut bahwa jejaring sosial itu berbeda dengan rencananya membangun HarvardConnetion.com yang lebih fokus pada website untuk kencan.
Setelah berita itu muncul, tampak cemas bahwa "The Crimson" akan meneruskan kisah itu. Zuckerberg kemudian berhasil meyakinkan media kampus tersebut soal tuduhan negatif itu, sehingga "The Crimson" tak meneruskan berita tentang ini.
Namun, Winklevoss bersaudara kemudian mengirimkan pesan lagi kepada "The Crimson" bahwa di Harvard ada korban lain. Namanya, John Thomson yang juga mengaku bahwa Zuckerberg telah mencuri ide tampilan miliknya untuk TheFacebook yang disebutnya sebagai "Visualize Your Buddy."
Sumber : BusinessInsider.com
Selasa, Maret 09, 2010 |
Teknologi - Facebook Siapkan Layanan Email
Facebook akan membuat layanan email seperti yahoo mail dan google mail dan mereka siap untuk bersaing pula dengan situs penyedia email yang kini terkenal (yahoo mail & google mail)
Kabar yang saya dapatkan dari okezone ini didapat dari orang dalam Facebook yang juga menyebutkan rencana peluncuran layanan webmail secara internal yang disebut sebagai Project Titan. Layanan email tersebut nantinya diharapkan bisa mengalahkan Gmail, produk webmail besutan Google.
Sebelumnya Facebook telah bereksperimen dengan berbagai pengembangan fitur messaging, salah satunya adalah dengan menambahkan kemampuan pencarian pesan. Namun eksperimen ini akhirnya tidak berhasil karena dianggap tidak bermanfaat bagi para pengguna.
Namun kali ini, melalui Project Titan, Facebook nampaknya berupaya memberikan inovasi yang sesungguhnya dalam layanan messaging. Sumber Facebook tersebut bahkan dengan sangat percaya diri menyebutkan, Project Titan akan membuat para pengguna layanan webmail lainnya beralih ke layanan messaging milik facebook. Demikian keterangan yang dikutip dari Techcrunch, Minggu (7/2/2010).
Sesuai bocoran dari sumber tersebut, webmail Facebook nantinya akan mendukung POP/IMAP. Artinya pengguna bisa mengakses akun email Facebook menggunakan peranti lunak apapun. Peranti lunak yang dimaksud disini adalah peranti lunak sejenis mail server, seperti mozilla thunderbird. Nama akun email pun akan sama dengan nama akun Facebook si pengguna, yaitu namapengguna@facebook.com.
Pihak Facebook belum secara resmi mengumumkan soal layanan ini. Belum pula ada tanggal pasti layanan ini akan segera diluncurkan. Namun yang jelas, Project Titan ini dipersiapkan menggantikan sistem messaging yang ada di Facebook sekarang.
Menurut opini saya, memang terobosan facebook yang satu ini termasuk ide cemerlang dimana pengguna facebook saat ini menembus 350 juta orang. Selain itu, penggunaan layanan POP3 semakin mempermudah pengguna facebook mail dimana mereka bisa mengakses langsung email tanpa harus membuka situs facebook. Salut untuk facebook, semoga dengan munculnya facebook mail bisa meningkatkan komunikasi kita semua.
Sekian.
Sumber : okezone
Kamis, Februari 11, 2010 |